Undangan Khusus Kerajaan Arab Saudi untuk Alwi Fachry Tunaikan Haji 2026

GueBerita.com – Influencer muda Alwi Fachry telah mendapatkan kesempatan istimewa untuk menunaikan ibadah haji pada tahun 2026. Kesempatan ini diperolehnya melalui jalur undangan resmi dari Kerajaan Arab Saudi.

Keberangkatan Alwi Fachry ini menjadi sorotan publik. Hal ini dikarenakan seluruh biaya perjalanan ibadah haji, termasuk fasilitas selama di Tanah Suci, dikabarkan ditanggung sepenuhnya oleh pihak Kerajaan dan Kementerian Arab Saudi.

Kabar gembira ini dibagikan langsung oleh Alwi Fachry melalui akun Instagram pribadinya pada hari Rabu, 20 Mei 2026. Dalam unggahannya, ia mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam.

Alwi merasa bersyukur karena dapat melaksanakan rukun Islam yang kelima melalui program haji undangan. Program ini dikenal sangat terbatas dan hanya diberikan kepada tokoh-tokoh tertentu dari berbagai negara.

Ternyata, Alwi Fachry tidak berangkat seorang diri. Ia didampingi oleh rekan sesama influencer, Alwan. Keduanya dijadwalkan akan bertolak menuju Tanah Suci pada hari Kamis, 21 Mei 2026.

Baca juga: Pendaki Malaysia Terluka di Rinjani Dievakuasi dengan Helikopter Setelah Jatuh

Mereka akan menjalani serangkaian ibadah haji. Pada tahun ini, ibadah haji kembali diikuti oleh jutaan jemaah dari seluruh penjuru dunia.

Di balik kesempatan luar biasa ini, terdapat peran penting dari Wirda Mansur. Wirda Mansur bertindak sebagai penghubung dalam proses rekomendasi program haji undangan dari Kerajaan Arab Saudi.

Wirda Mansur menyatakan bahwa amanah ini telah ia jalankan selama dua tahun berturut-turut. Hal ini menunjukkan kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menjembatani sejumlah figur publik Indonesia dalam program khusus tersebut.

Menurut penjelasan Wirda Mansur, jalur yang ditempuh oleh Alwi dan Alwan termasuk dalam kategori jalur influencer. Jalur ini merupakan salah satu skema dalam program undangan haji yang disediakan oleh Kerajaan Arab Saudi.

Program undangan haji ini memang diperuntukkan bagi berbagai kalangan. Termasuk di dalamnya adalah tokoh agama, akademisi, pejabat, hingga figur publik yang dinilai memiliki pengaruh signifikan di tengah masyarakat.