Nangkring dan Nonton Bareng: Wadah Kreativitas di Surabaya

News19 Views

GueBerita.com – Festival film CFF kembali menyuguhkan pengalaman yang unik melalui program terbarunya yang diberi nama NYABAR, singkatan dari Nyangkruk dan Nobar.

Acara ini diselenggarakan di salah satu kafe ternama di Surabaya pada tanggal 23 Mei 2026. NYABAR berhasil menjadi magnet bagi para penggemar film, mahasiswa, pegiat komunitas kreatif, serta masyarakat umum, menciptakan atmosfer yang santai dan penuh kehangatan.

Sebagai bagian integral dari rangkaian CFF yang diprakarsai oleh para pemuda dari Fikomrade Universitas Ciputra Surabaya, NYABAR dirancang dengan konsep yang sangat relevan dan dekat dengan generasi muda.

Lebih dari sekadar agenda menonton film bersama, acara ini menawarkan sebuah platform yang lebih luas. Para peserta dapat saling berbagi cerita, pengalaman berharga, serta memperluas jaringan pertemanan dan kolaborasi antar komunitas kreatif.

Keakraban langsung terasa sejak awal acara berlangsung. Peserta terlihat sangat menikmati sesi pemutaran film, diselingi dengan diskusi santai. Pembahasan mencakup berbagai aspek, mulai dari seluk-beluk proses kreatif hingga makna mendalam yang ingin disampaikan oleh para pembuat film melalui karya mereka.

Salah seorang pembuat film, Aisyah Fatmawati, mengungkapkan rasa bahagianya atas sambutan positif penonton terhadap film yang ia garap. Ia merasa bangga dapat menyaksikan langsung reaksi audiens terhadap karyanya.

“Tentunya perasaan pasti senang banget kan ya, apalagi film kita dan aku yang nulis di situ,” ujarnya dengan antusias.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Abdul Rizal Zailani, seorang pembuat film yang karyanya berjudul 23.59 ikut diputar. Ia berharap pesan yang ingin disampaikan melalui filmnya dapat terserap dengan baik oleh para penonton. Pesan utama film tersebut adalah pentingnya menghargai waktu.

“Mereka bisa merasakan pesan yang kita sampaikan. Kita ingin menyampaikan pesan bahwa menghargai waktu itu penting,” jelasnya, menekankan esensi dari filmnya.

Tidak hanya para pembuat film yang merasakan atmosfer positif NYABAR. Komunitas film dari berbagai institusi pendidikan tinggi juga merasakan pengalaman yang berbeda dan berkesan selama mengikuti kegiatan ini.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Anjlok Setelah Sinyal Damai AS

Muhammad Abid Fiisabilillah dari Komunitas Film Infinity UIN Surabaya, misalnya, menilai bahwa suasana yang diciptakan dalam acara ini terasa lebih hangat dan akrab, menyerupai suasana kekeluargaan.