GueBerita.com – Sebuah momen yang tidak lazim dan menarik perhatian publik terjadi di tengah berlangsungnya aksi unjuk rasa yang digelar oleh para mahasiswa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Kejadian unik ini menjadi sorotan ketika salah seorang anggota dewan memutuskan untuk keluar dari kantornya demi menemui para pengunjuk rasa. Namun, betapa terkejutnya ia ketika mendapati bahwa di antara barisan demonstran yang sedang menyampaikan aspirasi, terdapat anak kandungnya sendiri yang tengah melakukan orasi. Momen tak terduga ini terekam dalam sebuah video yang kemudian menjadi viral setelah diunggah oleh akun TikTok dengan nama pengguna @ardantrizky pada tanggal 20 Mei 2026.
Dalam rekaman video yang beredar luas di berbagai platform media sosial, terlihat dengan jelas seorang mahasiswa berdiri di atas sebuah kendaraan komando, yang biasanya digunakan untuk mengkoordinir jalannya aksi dan memperjelas suara orator. Mahasiswa tersebut tengah menyampaikan berbagai tuntutan yang menjadi pokok permasalahan aksi. Di sisi lain, sang ayah, yang merupakan anggota DPRD Bangkalan dan terlihat mengenakan seragam dinas kebanggaannya, berada tidak jauh dari lokasi orasi. Ekspresinya dalam video tersebut terlihat melempar senyum, menambah keunikan adegan tersebut.
Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh aliansi mahasiswa ini memang bertujuan untuk menyuarakan sejumlah tuntutan yang dianggap krusial dan mendesak, mencakup berbagai isu penting baik di tingkat lokal maupun nasional. Beberapa poin utama yang diangkat dalam tuntutan tersebut antara lain adalah perlunya evaluasi mendalam terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang berjalan, perbaikan serius terhadap kondisi infrastruktur jalan yang dinilai memprihatinkan, pengelolaan sampah yang lebih efektif dan bertanggung jawab, serta menyoroti kebijakan parkir berlangganan yang diterapkan di wilayah Kabupaten Bangkalan.
Baca juga: Polemik Kontrak Kerja Berujung Hukum, Ibu Minta Ratu Sofya Selesaikan Perselisihan Keluarga
Ketika dikonfirmasi secara terpisah oleh sejumlah awak media mengenai keterlibatan anaknya dalam aksi tersebut, anggota DPRD Bangkalan yang bersangkutan tidak membantah. Ia dengan jujur membenarkan bahwa mahasiswa yang bersemangat menyampaikan orasi di atas mobil berpengeras suara itu memang benar adalah putra kandungnya sendiri. Pengakuan ini semakin memperjelas keunikan situasi yang terekam dalam video viral tersebut.
Lebih lanjut, legislator tersebut mengungkapkan bahwa pada awalnya ia sama sekali tidak memiliki firasat atau informasi sebelumnya bahwa sang anak akan terlibat secara langsung dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung pada hari itu. Keterlibatan anaknya menjadi sebuah kejutan baginya di tengah kesibukan menemui massa aksi.
Mengenai responsnya yang terlihat tersenyum dalam video yang kemudian menjadi viral, anggota dewan tersebut memberikan penjelasan bahwa senyumannya adalah sebuah reaksi spontan yang muncul karena adanya candaan atau selorohan dari rekan-rekan sesama anggota dewan yang juga hadir di lokasi kejadian. Candaan tersebut dilontarkan kepadanya saat melihat situasi unik di mana ia berhadapan dengan anaknya sendiri yang sedang berdemonstrasi.
Untuk menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat dan juga untuk memberikan ruang bagi anaknya agar dapat menyampaikan aspirasi serta fokus pada tuntutannya tanpa merasa terganggu oleh kehadiran atau pandangan ayahnya, ia memutuskan untuk secara bijak menarik diri dan kembali masuk ke dalam gedung DPRD. Keputusan ini diambil demi kelancaran jalannya aksi dan agar tidak terjadi potensi konflik kepentingan atau ketidaknyamanan bagi kedua belah pihak.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan potongan video yang mendokumentasikan momen unik tersebut terus dibanjiri oleh beragam respons dari para pengguna internet. Banyak komentar yang muncul, baik yang bernada humor, apresiasi terhadap keterbukaan sang anggota dewan, maupun yang menganggap kejadian ini sebagai salah satu dinamika unjuk rasa yang sangat unik dan jarang terjadi di masyarakat. Fenomena ini berhasil menarik perhatian dan menjadi perbincangan hangat di kalangan publik.






