Sembilan WNI Tiba di Indonesia, Dibebaskan Militer Israel

News15 Views

GueBerita – Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan oleh militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla, akhirnya tiba kembali di tanah air.

Ke-9 WNI tersebut mendarat di Bandara Soekarno Hatta pada Minggu sore, 24 Mei 2026. Kedatangan mereka disambut haru oleh keluarga dan kerabat yang telah lama menunggu.

Dalam siaran langsung melalui akun Instagram Dompetdhuafa.org, terlihat suasana haru di area kedatangan penumpang. Para penyambut membawa bendera Palestina dan mengenakan kain kiffaye sebagai simbol solidaritas.

Narasi dalam siaran langsung tersebut menyampaikan kelegaan atas kembalinya tim delegasi GSF Indonesia. Meskipun belum keluar dari area kedatangan, kehadiran mereka sudah terasa oleh para kerabat.

Suasana di bandara juga diwarnai seruan “Free Palestine.. Free Palestine… Free Palestine” dari keluarga dan kerabat yang hadir.

Sekitar pukul 17.00 WIB, ke-9 WNI tersebut akhirnya keluar menuju area kedatangan penumpang. Turut hadir menyambut mereka adalah Menteri Luar Negeri, Sugiono.

Menlu Sugiono menyampaikan rasa syukur atas kembalinya seluruh WNI yang sempat ditangkap dan ditahan oleh militer Israel. Beliau menyatakan bahwa ini adalah momen penuh kebahagiaan.

“Rekan-rekan sekalian pada hari ini dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa kita menerima kembali kedatangan keluarga kita Global Sumud Flotilla,” ujar Menlu Sugiono.

Beliau menjelaskan bahwa sejak tanggal 18 Mei, rombongan tersebut diintersep dan ditahan oleh militer Israel. Namun, berkat upaya koordinasi dan negosiasi, mereka akhirnya bisa kembali ke Indonesia dengan selamat.

Sebagai informasi, ke-9 WNI tersebut, termasuk empat jurnalis, ditangkap di perairan internasional saat membawa bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Gaza. Misi ini merupakan bagian dari Global Sumud Flotilla.

Baca juga: Prediksi Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam Akibat Konflik Iran-AS

Ratusan aktivis, termasuk ke-9 WNI tersebut, dilaporkan mengalami kekerasan fisik selama penahanan oleh militer Israel. Kekerasan yang dialami mencakup pemukulan hingga penyetruman.

Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala Perwakilan Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono, dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram resmi Menlu Sugiono.

“Kami Konjen Republik Indonesia di Istanbul alhamdulillah hari ini bersama-sama 9 saudara-saudara kita yang bergabung dalam misi GSF (Global Sumud Flotilla) telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat,” kata Darianto Harsono.

Meskipun dalam kondisi sehat, beliau tidak menampik bahwa para WNI tersebut mengalami kekerasan fisik selama 3-4 hari penahanan. Ada yang dilaporkan dipukul, ditendang, ataupun disetrum.

Kedatangan kembali para WNI ini menjadi bukti keberhasilan upaya diplomasi dan negosiasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

Momen ini menjadi pengingat akan pentingnya solidaritas internasional dalam upaya kemanusiaan, serta risiko yang dihadapi para aktivis yang berjuang untuk perdamaian.

Pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk melindungi WNI di luar negeri dan memperjuangkan hak-hak mereka.

Kisah ini juga menyoroti situasi kemanusiaan yang kompleks di wilayah konflik, di mana bantuan dan dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan.

Semoga kejadian ini tidak terulang kembali dan perdamaian segera tercipta di Gaza.