GueBerita.com – Rombongan biksu peserta Indonesia Walk for Peace (IWFP) 2026 telah melanjutkan perjalanan spiritual mereka menuju Candi Borobudur, Magelang. Perjalanan ini sempat terhenti sejenak di Kabupaten Madiun, Jawa Tengah, di mana mereka disambut dengan hangat.
Sebanyak 57 biksu yang ambil bagian dalam aksi jalan kaki ini secara resmi dilepas dari Pendopo Ronggo Djumeno Caruban. Pelepasan ini dihadiri langsung oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Madiun serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) setempat pada hari Jumat, 22 Mei 2026.
Sebelumnya, rombongan yang memulai perjalanan spiritual mereka dari Pulau Bali ini telah tiba di Pendopo Ronggo Djumeno pada malam harinya, Kamis, 21 Mei 2026, sekitar pukul 20.00 WIB. Kedatangan mereka menandai titik singgah penting dalam misi perdamaian yang mereka emban.
Setibanya di Madiun, para biksu disambut dengan penuh keramahan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun, Sigit Budiarto. Beliau didampingi oleh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) serta tokoh-tokoh lintas agama yang hadir untuk menunjukkan dukungan.
Para peserta IWFP 2026 kemudian mendapatkan fasilitas untuk beristirahat dan bermalam di lingkungan pemerintah daerah tersebut. Fasilitas ini disediakan agar mereka dapat memulihkan tenaga sebelum melanjutkan rute perjalanan mereka keesokan harinya.
Baca juga: Sahabat Masa Kecil Jemput Teman yang Bebas dari Lapas Sukabumi
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, bersama Wakil Bupati Purnomo Hadi dan jajaran forkopimda, turut hadir dalam acara pelepasan rombongan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hari Wuryanto menyampaikan apresiasinya terhadap aksi jalan kaki lintas provinsi ini. Ia menekankan bahwa perjalanan ini membawa pesan yang sangat kuat mengenai pentingnya pengorbanan dalam upaya menjaga perdamaian di Indonesia.
Menurut pandangan Bupati Hari Wuryanto, sebuah situasi yang kondusif dan damai merupakan fondasi yang sangat krusial. Fondasi ini diperlukan untuk mendorong kemajuan dan pembangunan di berbagai sektor suatu daerah. Tanpa kedamaian, sulit untuk mewujudkan potensi penuh suatu wilayah.
Beliau juga menyoroti pentingnya menyikapi perbedaan yang ada di tengah masyarakat. Perbedaan latar belakang suku, budaya, maupun agama seharusnya tidak menjadi pemecah belah. Sebaliknya, perbedaan tersebut harus disikapi dengan semangat persatuan dan kebersamaan demi mencapai kesejahteraan bersama bagi seluruh elemen masyarakat.
Pihak Pemerintah Kabupaten Madiun juga mengungkapkan bahwa selama masa persinggahan para biksu, ada pesan universal yang mereka sampaikan kepada masyarakat. Pesan tersebut adalah ajakan untuk senantiasa hidup rukun dan saling menghargai satu sama lain, terlepas dari perbedaan apapun.
Aktivitas jalan kaki yang dilakukan oleh para biksu dari Bali menuju Magelang ini dinilai sebagai sebuah representasi yang sangat baik. Hal ini melambangkan ketekunan, kegigihan, serta semangat kebersamaan dalam menyuarakan pesan perdamaian. Misi ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya menjaga harmoni dan toleransi di Indonesia.






