GueBerita.com – Kebakaran besar melanda kompleks Kantor Bupati Bulungan, Kalimantan Utara, pada Kamis, 21 Mei 2026 dini hari.
Peristiwa tersebut dengan cepat menjadi viral di berbagai platform media sosial. Hal ini disebabkan oleh beredarnya rekaman video yang menunjukkan kobaran api yang sangat besar melalap area gedung pemerintahan tersebut.
Informasi mengenai insiden ini juga dibagikan secara resmi melalui akun Instagram milik Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bulungan, dengan nama pengguna @pemadam_kab.bulungan.
Baca juga: Ledakan Tabung Gas 12 Kg di Tambora Rusak Parah Satu Rumah, Lansia Dibawa ke RS
Dalam unggahan laporannya, pihak Damkar Bulungan mengonfirmasi bahwa sebanyak sembilan unit armada pemadam kebakaran telah diterjunkan untuk memadamkan api. Api tersebut melanda kawasan Kantor Bupati Bulungan.
“Izin melaporkan, sembilan unit armada telah diterjunkan. Objek yang terbakar berada di Kantor Bupati Bulungan,” demikian bunyi laporan yang diunggah pada akun resmi tersebut.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi kejadian, api terlihat membumbung tinggi dari bagian atas bangunan yang berada di dalam kompleks kantor pemerintahan tersebut. Besarnya api menciptakan pemandangan yang mengkhawatirkan.
Insiden kebakaran ini sontak menimbulkan kepanikan di kalangan petugas jaga yang bertugas di kompleks kantor. Warga yang kebetulan melintas di sekitar kawasan Jalan Jelarai Raya, Tanjung Selor Hilir, juga turut merasakan kecemasan.
Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan mengindikasikan bahwa titik awal mula api diduga berasal dari Gedung Tenguyun. Gedung ini memiliki fungsi penting di lingkungan Pemkab Bulungan.
Gedung Tenguyun sendiri diketahui merupakan sebuah ruang serbaguna yang sering kali dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan resmi Pemerintah Kabupaten Bulungan, serta pertemuan dinas-dinas terkait lainnya.
Tidak hanya area gedung serbaguna tersebut yang menjadi sasaran amukan si jago merah. Api dilaporkan juga berhasil merembet dan melahap lantai dua dari gedung utama Kantor Bupati Bulungan.
Dampak dari perambatan api ini sangat serius. Sejumlah ruangan penting yang merupakan milik pimpinan daerah, termasuk ruang kerja Bupati dan Sekretaris Daerah (Sekda), dilaporkan ikut terdampak dan mengalami kerusakan parah akibat kebakaran tersebut.






