Film Rejoto Nyambung Tresno Menjadi Media Promosi Wisata dan Ekonomi Kreatif di Kota Mojokerto

Nasional10 Views

GueBerita.com – Industri kreatif di Kota Mojokerto kini mencatatkan sejarah baru dengan peluncuran film lokal berjudul Rejoto Nyambung Tresno yang resmi diperkenalkan kepada khalayak luas.

Acara gala premiere yang berlangsung meriah ini diselenggarakan di CGV Sunrise Mall Mojokerto pada Sabtu (18/7) malam. Momen ini menjadi bukti konkret kemajuan ekosistem perfilman yang sedang dibangun di kota tersebut.

Kehadiran film ini bukan sekadar karya hiburan semata. Pemerintah Kota Mojokerto memanfaatkan karya sinematik ini sebagai instrumen strategis dalam memajukan sektor ekonomi kreatif serta mempromosikan destinasi wisata unggulan daerah.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menjelaskan bahwa seluruh proses produksi film ini mengambil latar di berbagai lokasi ikonik yang tersebar di wilayah Kota Mojokerto. Pemilihan lokasi ini dilakukan secara sadar untuk menonjolkan potensi daerah kepada masyarakat luas.

Selain menyuguhkan alur cerita yang menarik, film ini secara cerdas mengintegrasikan pengenalan objek wisata serta beragam kegiatan tahunan yang selama ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Keunikan lain dari proyek ini adalah keterlibatan langsung Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita sebagai cameo di dalam film.

Ning Ita mengungkapkan bahwa sepanjang durasi film, penonton akan dimanjakan dengan pemandangan berbagai venue khas Kota Mojokerto. Baginya, film ini berfungsi sebagai media promosi yang efektif untuk memperkenalkan identitas kota kepada audiens yang lebih luas.

Lebih lanjut, Ning Ita menegaskan bahwa keberhasilan produksi film ini merupakan buah dari komitmen jangka panjang Pemerintah Kota Mojokerto dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Pemerintah daerah secara konsisten memberikan ruang bagi para pelaku industri kreatif untuk terus berkembang.

Upaya tersebut diwujudkan melalui serangkaian program pelatihan dan pendampingan yang intensif. Kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat terus dijalin guna memastikan para pelaku industri kreatif mendapatkan akses peningkatan kapasitas yang memadai.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait inisiatif pengembangan ekonomi kreatif di Kota Mojokerto:

  • Fasilitasi pelatihan secara masif bagi talenta muda lokal.
  • Sinergi berkelanjutan dengan instansi pusat, mulai dari Badan Ekonomi Kreatif hingga Kementerian Ekonomi Kreatif.
  • Pemberian pendampingan teknis dalam proses produksi karya kreatif.
  • Pengintegrasian sektor ekonomi kreatif dengan promosi pariwisata daerah.

Pengembangan ini tidak terjadi secara instan, melainkan hasil dari proses panjang fasilitasi yang dilakukan pemerintah. Ning Ita menyatakan bahwa hasil nyata dari dukungan tersebut kini dapat dinikmati masyarakat melalui penayangan film yang mempromosikan keindahan Kota Mojokerto tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga melayangkan apresiasi setinggi-tingginya kepada para talenta muda lokal yang telah berpartisipasi dalam produksi film ini. Meskipun banyak di antara mereka yang baru pertama kali terjun langsung di industri perfilman, hasil karya yang dihasilkan dinilai sangat memuaskan.

Kualitas film yang dihasilkan menjadi bukti bahwa pelatihan dan pendampingan yang diberikan pemerintah daerah mampu membuahkan hasil yang kompetitif. Para talenta muda tersebut dinilai berhasil membuktikan kemampuan mereka dalam mengolah potensi daerah menjadi sebuah karya seni yang layak diapresiasi.

“Talenta-talenta muda yang saya lihat mungkin belum memiliki pengalaman di dunia perfilman. Namun faktanya, film pertama mereka sudah sangat bagus melalui pelatihan yang difasilitasi Pemerintah Kota Mojokerto,” tutur Ning Ita penuh rasa bangga.

Keberhasilan Rejoto Nyambung Tresno diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi sineas muda lainnya di Kota Mojokerto untuk terus berkarya. Selain itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus membuka peluang bagi anak muda dalam menunjukkan kreativitas mereka di kancah yang lebih luas.

Dukungan berkelanjutan ini diharapkan mampu membawa dampak positif bagi ekonomi lokal. Dengan memanfaatkan film sebagai sarana promosi, diharapkan angka kunjungan wisata ke Kota Mojokerto akan meningkat dan sektor ekonomi kreatif akan terus berdaya saing di masa depan.