Tingkatkan Standar Internasional, Kantor SAR Surabaya Ikuti Diseminasi Proses Akreditasi Nasional

News4 Views

GueBerita.com – Kompleksitas tantangan yang dihadapi dalam operasi pencarian dan pertolongan di lingkungan perkotaan kini semakin meningkat seiring dengan perkembangan dinamika kebencanaan.

Kondisi darurat seperti bangunan runtuh yang dipicu oleh aktivitas seismik, ledakan, maupun faktor pemicu lainnya menuntut kesigapan personel SAR yang tidak sekadar mengandalkan kecepatan, tetapi juga wajib memenuhi standar operasional berskala global.

Menanggapi tuntutan tersebut, penguatan kapasitas sumber daya manusia serta pembenahan sistem kerja di lapangan menjadi elemen krusial yang harus segera dioptimalkan.

Fokus utama dari upaya ini terletak pada standarisasi prosedur serta peningkatan interoperabilitas antar unsur yang terlibat, sehingga setiap misi penyelamatan dapat dilaksanakan dengan tingkat efektivitas dan akuntabilitas yang tinggi.

Sebagai bagian dari langkah konkret, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menggelar kegiatan diseminasi National Accreditation Process (NAP) bertempat di Kantor SAR Kelas A Surabaya.

Kegiatan yang resmi dimulai pada Senin (20/07) ini dijadwalkan akan berlangsung selama lima hari ke depan dengan agenda yang padat dan komprehensif.

NAP sendiri diposisikan sebagai langkah strategis bagi Basarnas dalam upaya menyelaraskan kemampuan tim penyelamat, khususnya dalam menangani bencana bangunan runtuh atau yang dikenal dengan istilah Urban Search and Rescue (USAR).

Penyelarasan ini dilakukan dengan mengacu pada metodologi yang ditetapkan oleh International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG).

Tujuan utama dari inisiatif ini adalah memastikan seluruh komponen operasi SAR di Kantor SAR Kelas A Surabaya memiliki pemahaman yang mendalam mengenai prinsip dasar, struktur organisasi, serta prosedur operasional USAR di bawah kerangka NAP.

Cakupan materi yang diberikan mencakup beberapa aspek penting, antara lain:

  • Penguatan dokumen kebijakan internal yang relevan dengan standar internasional.
  • Peningkatan kesiapsiagaan tim dalam menghadapi skenario bencana yang ekstrem.
  • Manajemen pengelolaan peralatan penyelamatan yang modern dan terstandarisasi.
  • Penyediaan dukungan logistik yang cepat dan tepat sasaran.
  • Peningkatan interoperabilitas lintas sektor untuk memperkuat koordinasi di lapangan.

Acara pembukaan diseminasi ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P. H., bersama jajaran pimpinan di lingkungannya.

Turut hadir pula Emi Frizer selaku Kepala Subdirektorat Pengerahan Potensi dan Pengendalian Operasi Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia, didampingi tim dari Direktorat Operasi, serta seluruh personel tim USAR Kantor SAR Kelas A Surabaya.

Nanang Sigit menjelaskan bahwa dalam rangkaian kegiatan ini, para peserta akan dihadapkan pada simulasi yang sangat menantang guna menguji kesiapan mereka.

Simulasi diperkirakan akan berlangsung hingga Jumat dini hari karena pada simulasi ini tim akan berlatih seperti layaknya operasi SAR pada bangunan runtuh yang dilaksanakan selama 24 jam nonstop hingga seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula sambutan dari Direktur Operasi Basarnas, Laksma TNI Yudhi Bramantyo, yang dibacakan oleh Emi Frizer.

Pesan utama yang disampaikan adalah komitmen penuh untuk memastikan bahwa setiap misi pencarian dan pertolongan yang dilakukan oleh tim Basarnas senantiasa memenuhi standar keselamatan yang ketat.

Melalui penerapan sistem manajemen operasi SAR berbasis standar internasional INSARAG, diharapkan efektivitas dan akuntabilitas kerja tim dapat dipertanggungjawabkan di hadapan publik maupun komunitas internasional.

Agenda diseminasi ini disusun secara sistematis, diawali dengan sesi pembukaan yang dilanjutkan dengan pemberian materi intensif selama tiga hari berturut-turut.

Para peserta akan mendalami pengenalan mendalam mengenai INSARAG serta pemahaman teknis terkait metode USAR yang selaras dengan pedoman internasional tersebut.

Dengan mengikuti proses akreditasi nasional ini, Kantor SAR Kelas A Surabaya diharapkan mampu bertransformasi menjadi unit yang lebih tangguh, profesional, dan mampu beroperasi secara sinkron dalam jaringan penyelamatan global.

Peningkatan kapasitas ini menjadi investasi jangka panjang bagi Basarnas dalam menjamin perlindungan dan keselamatan masyarakat, khususnya saat menghadapi ancaman bencana bangunan runtuh di wilayah perkotaan yang padat.