GueBerita.com – Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya sempat ditahan oleh militer Israel kini telah dibebaskan dan kembali dalam kondisi aman. Mereka adalah bagian dari misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.
Informasi mengenai pembebasan ini disampaikan melalui unggahan akun Instagram @republikaonline, yang mengutip perkembangan terbaru dari misi kemanusiaan tersebut. Para WNI ini merupakan bagian dari ratusan aktivis kemanusiaan dari berbagai negara yang berupaya menyalurkan bantuan logistik dan medis menuju Jalur Gaza.
Baca juga: Mentalitas SDM Dapur Indonesia Disorot Chef Juna, Picu Polemik
Namun, perjalanan mereka terhenti ketika kapal yang ditumpangi dicegat oleh angkatan laut Israel di perairan internasional. Pencegatan ini terjadi sebelum kapal tersebut berhasil mencapai wilayah tujuan di Gaza.
Peristiwa pencegatan ini terjadi saat rombongan aktivis tengah membawa bantuan penting untuk warga sipil di Gaza yang masih berada di bawah kondisi blokade. Kejadian tersebut kemudian berujung pada penahanan sejumlah aktivis, termasuk kesembilan WNI yang berpartisipasi dalam misi kemanusiaan ini.
Salah satu WNI yang sempat ditahan kemudian membagikan kesaksian mengenai pengalamannya selama berada dalam pengawasan militer Israel. Ia menggambarkan adanya perlakuan yang dirasakannya cukup berat, yang berdampak pada kondisi fisiknya selama proses penahanan berlangsung.
Dalam keterangannya, WNI tersebut mengaku sempat mengalami gangguan pada aliran darah di tubuhnya. Kondisi ini membuatnya merasa hampir kehilangan kesadaran atau pingsan. Pengalaman ini menjadi salah satu cerita yang ia sampaikan setelah akhirnya kembali dibebaskan bersama rekan-rekannya.
Hingga saat ini, belum terdapat keterangan tambahan dari pihak terkait mengenai rincian lengkap perlakuan yang dialami selama masa penahanan tersebut. Perkembangan lebih lanjut mengenai insiden ini masih dinantikan.






