RedTalks Malang Menjadi Wadah Anak Muda Sampaikan Kritik kepada Pemerintah dan Partai

News6 Views

GueBerita.com – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur berkolaborasi dengan detikcom sukses menyelenggarakan acara diskusi publik bertajuk RedTalks yang bertempat di Malang Creative Center pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Kegiatan ini dirancang sebagai wadah inklusif bagi generasi muda untuk terlibat dalam pembahasan isu-isu nasional yang krusial. Selain itu, forum ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk melontarkan kritik konstruktif terhadap kinerja pemerintah serta peran partai politik di Indonesia.

Acara tersebut dimeriahkan oleh kehadiran sederet narasumber yang kompeten di bidangnya. Mereka yang hadir antara lain pengamat politik Rocky Gerung, komedian Abdel Achrian, akademisi dari Universitas Airlangga Suko Widodo, budayawan asal Malang Dwi Cahyono, serta perwakilan dari DPD PDI Perjuangan Jawa Timur yakni Qintharra Ulya Yasifa selaku Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif.

Antusiasme peserta yang didominasi oleh kalangan anak muda terlihat sangat tinggi selama jalannya diskusi. Mereka tampak aktif menyampaikan berbagai perspektif mengenai peta politik nasional saat ini.

Salah satu peserta yang memberikan pandangan tajam adalah Aryo Bimo Soebagio, yang menjabat sebagai Wakil Ketua BEM Universitas Wisnuwardhana sekaligus Wakil Koordinator BEM Malang. Ia menyoroti fenomena politik yang dianggapnya lebih menitikberatkan pada aspek citra diri daripada adu ide yang substansial.

Aryo menyatakan bahwa saat ini banyak partai politik yang seolah-olah mencoba merangkul Generasi Z melalui strategi pencitraan semata. Ia mengingatkan agar anak muda tidak terjebak dalam jebakan branding yang justru mengabaikan pentingnya diskusi intelektual yang mendalam.

Menurut Aryo, kondisi politik yang stagnan saat ini telah membawa generasi muda ke dalam fase yang ia sebut sebagai burnout society atau masyarakat yang kelelahan secara mental akibat situasi yang tidak menentu.

Meskipun melontarkan kritik, Aryo memberikan apresiasi terhadap inisiatif PDI Perjuangan melalui forum RedTalks ini. Ia menilai langkah tersebut merupakan upaya positif dalam menyediakan ruang dialog dan pendidikan politik yang nyata bagi kaum muda.

Ia menaruh harapan besar agar partai politik di Indonesia dapat berfungsi sebagai motor penggerak pertarungan ideologi yang sehat. Baginya, partai harus kembali fokus pada sistem kaderisasi yang berkualitas dan penguatan gagasan, bukan sekadar mengandalkan popularitas figur atau tokoh tertentu.

Dalam pandangan Aryo, setiap partai politik seharusnya memiliki kejelasan mengenai ideologi dan sistem kaderisasi yang mereka terapkan. Ia menegaskan bahwa kualitas seorang politisi tidak boleh hanya diukur dari besarnya modal finansial atau latar belakang sebagai selebritas.

Lebih lanjut, ia menekankan tanggung jawab partai politik di tengah situasi yang dinilai sedang tidak ideal. Partai harus mampu memposisikan diri sebagai pelopor dalam pertarungan ideologi yang mencerahkan masyarakat.

Menutup pernyataannya, Aryo secara spesifik menyinggung peran PDI Perjuangan bagi kaum marhaenis. Ia berpendapat bahwa di masa kini, tugas utama bagi mereka adalah melakukan revolusi pemikiran, dan ia berharap PDI Perjuangan mampu menjadi pelopor dari gerakan tersebut.

Secara keseluruhan, forum RedTalks di Malang ini mencerminkan tingginya keinginan generasi muda untuk terlibat lebih jauh dalam proses demokrasi. Ruang-ruang diskusi seperti ini diharapkan dapat terus hadir untuk menjembatani aspirasi publik dengan kebijakan partai politik di masa depan.