Penembakan 3 ASN di Papua: KKB Jadi Target Operasi Pengejaran

News46 Views

GueBerita.com – Aksi kekerasan kembali mencoreng kedamaian di wilayah Papua Pegunungan setelah tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya menjadi korban Penembakan. Insiden tragis ini terjadi saat para korban sedang dalam perjalanan pulang usai menunaikan tugas menyalurkan bantuan ternak bagi masyarakat setempat.

Peristiwa penembakan tersebut berlangsung pada Rabu (9/9/2026) sore. Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan ASN ini baru saja menyelesaikan distribusi bantuan ternak babi di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima, Kabupaten Jayawijaya.

Namun, saat kendaraan mereka melintas di kawasan Distrik Muliama—yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Wamena—serangan mendadak terjadi. Aparat keamanan kini tengah melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku yang diduga berasal dari kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

Identifikasi Pelaku dan Penyelidikan

Pihak kepolisian telah memberikan keterangan awal terkait dugaan keterlibatan kelompok bersenjata dalam insiden ini. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz (ODC), Kombes Yusuf Sutejo, menyatakan bahwa penyelidikan awal mengarah pada keterlibatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kelompok Nduga.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Pol Faizal Ramadhani, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mendalami keterlibatan KKB Kodap III Ndugama. Meski demikian, aparat kepolisian menegaskan bahwa identitas pelaku secara spesifik masih dalam tahap pendalaman lebih lanjut untuk memastikan pertanggungjawaban hukum.

Daftar Korban dan Proses Evakuasi

Insiden ini merenggut nyawa tiga orang ASN yang tengah menjalankan tugas pelayanan publik. Ketiga korban yang meninggal dunia adalah:

  • Aprida Rapi (49)
  • Alfonsius Albinus Meha (35)
  • Wili Mbuik (26)

Setelah kejadian, seluruh korban segera dievakuasi menuju RSUD Wamena untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Terkait proses pemulangan jenazah, pihak berwenang telah memfasilitasi evakuasi salah satu korban, yakni Wili Mbuik, ke Jayapura pada Kamis (10/9/2026). Jenazah direncanakan akan diterbangkan menuju kampung halamannya di Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk dimakamkan. Sementara itu, jenazah dua korban lainnya, yakni Aprida Rapi dan Alfonsius Albinus Meha, hingga saat ini masih berada di Wamena.

Respon Pemerintah

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya ketiga ASN tersebut. Ia menegaskan bahwa para korban adalah pahlawan pangan yang mendedikasikan diri untuk membantu kesejahteraan masyarakat di pedalaman Papua.

“Mereka adalah pahlawan pangan yang gugur dalam tugas mulia. Mereka semestinya aman selama menjalankan tugas kemanusiaan itu,” ujar Amran dalam keterangan resminya.

Amran juga memberikan penekanan khusus kepada aparat keamanan untuk mengusut tuntas peristiwa ini. Ia berharap agar jaminan keamanan bagi petugas lapangan di Papua dapat ditingkatkan, mengingat peran strategis mereka dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Meski menghadapi ancaman, pihak Kementerian Pertanian memastikan bahwa program bantuan pangan dan ternak untuk masyarakat Papua akan tetap berlanjut sebagai bentuk hadirnya negara di tengah masyarakat.

Kasus ini menambah daftar panjang tantangan keamanan bagi tenaga kerja pemerintah di wilayah Papua. Aparat gabungan TNI-Polri kini terus bersiaga dan melakukan langkah-langkah hukum guna menciptakan situasi kondusif di wilayah tersebut.