GueBerita.com – Pasangan urban climber asal Rusia, Angela Nikolau (33) dan Ivan Kuznetsov (32), yang juga dikenal dengan nama Ivan Beerkus, kini menghadapi konsekuensi hukum di Amerika Serikat akibat aksi nekat mereka.
Tindakan memanjat antena luar Empire State Building di New York berujung pada penangkapan dan dakwaan pidana di Pengadilan Kriminal Manhattan. Aksi ini dilakukan sebagai bagian dari momen pertunangan mereka pada 1 Juli 2026, di mana keduanya mendaki struktur menara yang menjulang setinggi 1.454 kaki atau sekitar 443 meter di atas permukaan tanah.
Sebelum melangsungkan lamaran, mereka membentangkan spanduk bertuliskan, “When the power of love beats the love of power, the world knows peace”. Tindakan ilegal yang dilakukan tanpa izin resmi ini segera memicu respons sigap dari aparat keamanan dan petugas gedung.
Langkah evakuasi segera dilaksanakan di area puncak antena demi memastikan keselamatan semua pihak. Setelah berhasil turun dengan selamat pada 1 Juli 2026, pasangan tersebut langsung diamankan oleh Kepolisian New York (NYPD).
Menurut pernyataan dari Kantor Jaksa Agung Manhattan, pasangan ini menghadapi daftar tuntutan hukum yang panjang. Dakwaan yang dijatuhkan meliputi tindakan pencurian, membahayakan diri secara sembrono, serta memasuki ruang terlarang atau area terbatas secara ilegal.
Setelah menjalani persidangan awal pada Rabu, 1 Juli 2026, dan Kamis, 2 Juli 2026, waktu setempat, pengadilan memutuskan untuk memberikan pembebasan bersyarat dengan pengawasan kepada keduanya. Angela dan Ivan dijadwalkan untuk kembali menghadiri persidangan lanjutan pada 8 Agustus 2026 mendatang.
Mereka harus mempertanggungjawabkan aksi ekstrem yang mereka lakukan. Profil pasangan pemanjat ekstrem ini sebelumnya sudah dikenal secara global. Bahkan, kisah mereka sempat diangkat menjadi subjek utama dalam film dokumenter original Netflix tahun 2024 yang berjudul Skywalkers: A Love Story.
Film dokumenter tersebut menyoroti kisah asmara sekaligus petualangan berisiko tinggi mereka di berbagai gedung pencakar langit di seluruh dunia. (*)






