Bahaya Nasi Sisa Semalaman: Waspadai Infeksi Bacillus cereus

Lifestyle2 Views

GueBerita.com – Praktik memasak nasi dalam porsi banyak memang kerap dianggap sebagai cara efisien untuk mempersingkat waktu menyiapkan santapan harian, tetapi sayangnya, tak sedikit yang mengabaikan risiko kesehatan saat membiarkan sisa nasi tersimpan di suhu ruang hingga keesokan harinya.

Pakar kesehatan menegaskan bahwa menyantap nasi yang sudah didiamkan semalaman di suhu kamar sangat tidak dianjurkan karena berpotensi meningkatkan ancaman penyakit yang dipicu oleh kontaminasi makanan.

Nasi yang sudah matang pada dasarnya merupakan sumber karbohidrat yang sangat baik sebagai media atau substrat bagi pertumbuhan mikroorganisme.

Tingkat kelembapan yang tinggi serta paparan suhu ruang yang berkelanjutan menciptakan kondisi yang sangat mendukung bagi bakteri untuk beranak pinak dengan pesat.

Maka dari itu, menyimpan nasi dalam wadah terbuka atau membiarkannya di luar pendingin dalam waktu lama sangat berisiko menyebabkan masalah pencernaan bagi siapa saja yang menyantapnya.

Secara spesifik, beras sangat rentan terhadap spora bakteri Bacillus cereus; spora ini memiliki ketahanan terhadap suhu panas, sehingga sanggup bertahan hidup meskipun proses pemasakan telah usai.

Apabila nasi berada dalam zona suhu berBahaya, yakni kisaran 40 hingga 140 derajat Fahrenheit (sekitar 4,4 hingga 60 derajat Celsius), bakteri tersebut akan mulai aktif bereplikasi.

Keberadaan mikroba ini pada makanan yang tertelan menjadi pemicu utama munculnya gejala keracunan.

Efek negatif dari infeksi Bacillus cereus biasanya terbagi dalam dua manifestasi klinis; jenis pertama dapat mengakibatkan respon emesis atau rasa mual yang diikuti muntah hebat, dengan reaksi yang muncul secara cepat hanya dalam waktu tiga puluh menit setelah disantap.

Di sisi lain, jenis kedua dapat menimbulkan gangguan saluran cerna berupa diare akut serta kram perut yang hebat, di mana tanda-tandanya mulai terasa dalam rentang waktu 6 hingga 15 jam dan berisiko bertahan selama satu hari penuh.

Demi menghindarkan diri dari bahaya kontaminasi tersebut, para ahli gizi menyarankan beberapa langkah penanganan yang tepat untuk mengelola nasi sisa.