Kolaborasi Kunci Sukses Kota Tangguh dan Pelayanan Berkualitas

News4 Views

GueBerita.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) telah resmi ditutup di Kota Medan pada hari Kamis, 2 Juli.

Kegiatan ini berhasil merumuskan sepuluh rekomendasi strategis. Rekomendasi tersebut akan diajukan bersama oleh pemerintah kota kepada pemerintah pusat. Tujuannya adalah sebagai masukan untuk mendukung pembangunan kota yang lebih tangguh dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Sepuluh rekomendasi yang disepakati meliputi penguatan kapasitas fiskal daerah. Selain itu, ada juga penataan kebijakan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Penguatan tata kelola program strategis nasional, percepatan pembangunan infrastruktur, dan transformasi digital pemerintahan juga menjadi fokus.

Aspek lain yang dibahas adalah penguatan ketahanan lingkungan, pengembangan ekonomi lokal, serta penataan ruang dan kerja sama antardaerah. Terakhir, rekomendasi mencakup penguatan kepastian hukum dan pelibatan generasi muda dalam pembangunan kota yang berkelanjutan.

“Rekomendasi ini lahir dari kebutuhan riil yang dihadapi pemerintah kota,” ujar Wakil Ketua Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial Dewan Pengurus APEKSI, yang juga menjabat sebagai Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari.

Beliau menambahkan harapan agar hasil Rakernas dapat menjadi pertimbangan pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan. Kebijakan tersebut diharapkan semakin mendukung daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita ini menegaskan pentingnya kolaborasi.

Beliau menekankan bahwa berbagai tantangan pembangunan perkotaan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah daerah secara mandiri.

Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat. Sinergi ini penting agar pembangunan dapat berjalan lebih optimal.

“Melalui APEKSI, semangat kolaborasi harus terus diperkuat,” tegas Ning Ita.

Beliau menjelaskan bahwa kota yang tangguh tidak hanya memiliki pembangunan fisik yang baik. Kota tangguh juga mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas, menjaga lingkungan, menggerakkan ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rakernas XVIII APEKSI mengusung tema “Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat”. Acara ini berlangsung dari tanggal 28 Juni hingga 4 Juli 2026.

Berbagai isu strategis yang dihadapi pemerintah kota dibahas secara mendalam. Isu-isu tersebut mencakup penguatan keuangan daerah, pembangunan infrastruktur, digitalisasi layanan pemerintahan, ketahanan lingkungan, pengembangan ekonomi lokal, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

Selain agenda sidang utama, Rakernas juga dimeriahkan oleh berbagai forum pendukung. Forum-forum ini meliputi Youth City Changers, Forum Kepala Bappeda, Forum Lingkungan Hidup, Forum Komunikasi Digital, Forum Pangan, dan Forum Bisnis dan Investasi.

Acara ini juga diramaikan dengan Karnaval Budaya Nusantara serta Indonesia City Expo.

Seluruh hasil pembahasan dari berbagai forum tersebut kemudian dirumuskan. Hasil ini selanjutnya disahkan dalam sidang pleno sebagai rekomendasi bersama seluruh pemerintah kota.