Prabowo Singgung Al-Baqarah 191, Soroti Dampak Bahaya Fitnah

News31 Views

GueBerita.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pesan tegas mengenai pentingnya integritas intelektual di tengah maraknya fenomena penyebaran fitnah oleh pihak-pihak yang melabeli diri sebagai pakar. Pernyataan ini disampaikan dalam momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) yang diselenggarakan di Jakarta pada Jumat, 18 September 2026.

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti perilaku oknum cendekiawan atau pakar yang dinilai sering menyebarkan disinformasi. Untuk menekankan bahaya dari tindakan tersebut, Presiden mengutip pesan moral dari Surah Al-Baqarah Ayat 191.

“PAN kan juga ada basis agamis, kalau tidak salah ada hadis yang bunyinya fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan, ada ya? Ada? Surat Al-Baqarah Ayat 191, fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan. Ada beberapa pakar, saking pakarnya, dia melontarkan fitnah,” ungkap Prabowo di hadapan para kader partai.

Secara teologis, kutipan yang disampaikan Presiden merujuk pada konsep bahwa dampak kerusakan sosial akibat fitnah dapat melebihi dampak fisik dari sebuah pembunuhan. Dalam konteks kehidupan bernegara, fitnah yang dilakukan oleh sosok yang dianggap memiliki kepakaran sering kali dianggap lebih berbahaya karena memiliki daya rusak terhadap kepercayaan publik dan stabilitas nasional.

Meski menjadi sasaran kritik yang bernada fitnah, Prabowo menegaskan sikap pribadinya untuk tetap membuka pintu maaf. Namun, ia memberikan catatan kritis mengenai pentingnya intellectual honesty atau kejujuran intelektual. Menurutnya, seseorang yang memiliki kepandaian harus dibarengi dengan integritas moral, terutama ketika pemikiran mereka berpotensi dipengaruhi oleh kepentingan pihak luar atau bangsa lain.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menjabarkan visi besarnya bagi Indonesia. Ia menekankan bahwa terlepas dari perbedaan warna partai politik, seluruh elemen bangsa pada dasarnya memiliki tujuan yang selaras, yaitu mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.

Presiden kembali menegaskan komitmen pribadinya yang telah tertanam sejak usia 18 tahun, yakni dedikasi penuh untuk mengabdi kepada negara. Ia menyatakan ambisi besarnya untuk memastikan tidak ada lagi rakyat Indonesia yang hidup dalam kekurangan, mulai dari masalah kelaparan hingga tantangan kesehatan anak-anak.

  • Pemberantasan stunting guna memastikan kualitas fisik dan kognitif generasi penerus bangsa.
  • Penjaminan akses kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
  • Peningkatan kesejahteraan ekonomi agar tidak ada lagi anak yang berangkat sekolah dalam kondisi lapar.

Prabowo menegaskan bahwa tujuan-tujuan tersebut bukan sekadar janji politik, melainkan sumpah yang ia pegang teguh demi kehormatan bangsa. Ia menutup pidatonya dengan kritik tajam terhadap mereka yang menggunakan kepintaran bukan untuk kemaslahatan rakyat, melainkan untuk menyebarkan narasi yang merusak.

“Saya bersumpah untuk melihat Indonesia sejahtera itu sumpah saya! Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pintarnya, saking pintarnya, jadi goblok,” tegas Prabowo menutup arahannya.

Acara perayaan HUT PAN tersebut juga menjadi momen konsolidasi bagi partai politik tersebut. Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, dalam kesempatan terpisah menegaskan komitmen partainya untuk terus mendukung pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan mandat pembangunan nasional hingga masa depan.