7 Hari Jurnalis Hilang: Basarnas Beberkan Kendala Pencarian

News44 Views

GueBerita.com – Operasi pencarian terhadap delapan orang yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda kini memasuki babak baru. Setelah tujuh hari melakukan penyisiran intensif, tim SAR Gabungan memutuskan untuk memperpanjang durasi pencarian selama tiga hari ke depan guna menyisir area yang belum terjamah.

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa proses evakuasi dan pencarian ini menghadapi tantangan geografis serta cuaca yang cukup ekstrem. Salah satu hambatan utama yang dihadapi petugas di lapangan adalah aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang masih menunjukkan tanda-tanda erupsi.

“Untuk di hari pertama dan hari kedua, kami memang terkendala dengan kondisi Anak Krakatau yang belum memungkinkan untuk didekati,” ujar Al Amrad saat memberikan keterangan di Posko SAR Nasional, Carita, Pandeglang, Senin (14/9/2026).

Selain faktor erupsi, tim SAR juga harus berhadapan dengan fenomena kabut tebal yang menyelimuti area perairan. Kondisi ini secara signifikan menurunkan jarak pandang (visibility), baik bagi tim yang melakukan pemantauan dari udara maupun tim yang bergerak menggunakan armada kapal di permukaan laut.

Tantangan Operasi Udara dan Laut

Memasuki hari kelima operasi, pihak Basarnas sempat mengerahkan helikopter untuk memperluas jangkauan pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga orang lainnya yang berada dalam satu kapal cepat (speedboat) yang sama. Namun, upaya tersebut kembali terbentur oleh keterbatasan jarak pandang.

Al Amrad mengungkapkan bahwa tim udara harus beroperasi dengan sangat hati-hati karena kabut yang membatasi jarak pandang hingga kurang lebih 1,5 kilometer pada ketinggian 500 kaki. Kondisi serupa juga dirasakan oleh tim operasional di atas kapal yang menyisir titik-titik koordinat di sekitar lokasi hilangnya kontak para korban.

Metode Pencarian dan Langkah Selanjutnya

Hingga saat ini, Basarnas belum menerapkan metode penyelaman bawah air. Keputusan tersebut diambil bukan tanpa alasan. Al Amrad menegaskan bahwa penggunaan tim penyelam baru akan dilakukan jika titik koordinat keberadaan speedboat maupun korban sudah teridentifikasi secara pasti.

“Karena titik keberadaan korban belum kita temukan, dan titik koordinat speedboat juga belum terdeteksi, maka kami belum bisa memastikan untuk menurunkan tim penyelam,” jelasnya lebih lanjut.

Meski menghadapi kendala teknis yang cukup berat, Basarnas memastikan komitmen mereka untuk terus melakukan upaya maksimal. Berikut adalah langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh tim SAR Gabungan dalam tiga hari ke depan:

  • Perluasan Radius: Tim akan memperluas area pencarian hingga menjangkau radius tiga kilometer dari pusat Gunung Anak Krakatau.
  • Optimalisasi Sumber Daya: Mengintegrasikan data pemantauan cuaca dengan pergerakan kapal untuk meminimalisir dampak buruk dari kabut tebal.
  • Koordinasi Lintas Sektor: Memperkuat sinergi antara Basarnas, unsur kemaritiman, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan efektivitas penyisiran.

Operasi ini menjadi perhatian publik mengingat para korban merupakan jurnalis yang sedang bertugas. Pihak berwenang berharap dengan adanya perpanjangan waktu dan perluasan area pencarian, tim SAR dapat segera menemukan titik terang mengenai keberadaan para korban yang hilang kontak di kawasan Selat Sunda tersebut.