Salah satu fokus pembenahan berada pada sektor pajak reklame yang dinilai masih memiliki potensi besar meningkatkan PAD. “Itu semua masukan dari Keme

Nasional9 Views

GueBerita.com – Realisasi pendapatan daerah di Kota Makassar telah melampaui angka 49 persen sampai dengan triwulan kedua tahun 2026.

Kepala Bapenda Kota Makassar, Andi Asminullah, menuturkan bahwa perolehan tersebut menciptakan surplus sebesar kurang lebih Rp130 miliar jika dibandingkan dengan kurun waktu yang sama pada tahun lalu.

Keterangan tersebut diungkapkan oleh Andi Asminullah pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Baginya, keberhasilan penerimaan saat ini menjadi indikator bahwa pertumbuhan pendapatan daerah masih menunjukkan tren positif sesuai dengan target yang dipatok.

Andi memaparkan, lonjakan penerimaan diprediksi bakal kembali terjadi pada triwulan keempat mengingat ada beberapa kategori pajak yang memiliki tenggat waktu tahunan.

Salah satu sektor penerimaan yang diantisipasi akan naik adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang memiliki batas waktu pembayaran pada Oktober mendatang.

Di sisi lain, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) masih memegang peranan sebagai penyumbang utama bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar.

PBJT sendiri meliputi berbagai objek pajak, seperti sektor perhotelan, restoran, tempat hiburan, penerangan jalan, serta retribusi parkir.

Di samping memaksimalkan penerimaan yang sedang berjalan, Bapenda Makassar mulai mengakselerasi upaya penagihan terhadap wajib pajak yang masih tercatat memiliki utang pajak.

Andi menyatakan bahwa Bapenda telah mengantongi data para penunggak pajak dan tengah menjalin koordinasi dengan pihak Kejaksaan guna mendapatkan pendampingan dalam prosedur penagihan.

Agenda penagihan langsung yang melibatkan pihak-pihak terkait dijadwalkan akan dilaksanakan sepanjang Agustus 2026.