Shift Budaya di Korea Selatan: Fenomena Sauna Jadi Arena Detoks Digital dan Gaya Hidup Kekinian Generasi Muda

Lifestyle2 Views

GueBerita.com – Fasilitas pemandian umum serta sauna khas Korea yang dikenal dengan sebutan jjimjilbang kini tidak lagi dipandang sebagai lokasi kumpul kaum lanjut usia. Destinasi tradisional ini sedang menjalani pergeseran tren yang signifikan, beralih menjadi salah satu pilihan tempat rekreasi favorit bagi kaum muda di Korea Selatan.

Pergeseran tren sosial ini tampak nyata di lapangan; pada pertengahan bulan Juli, sebuah jjimjilbang tradisional yang menggunakan pemanas arang di Distrik Seodaemun, Seoul, dipenuhi oleh para pengunjung dari rentang usia 20 hingga 30 tahun.

Kebanyakan dari mereka datang untuk melepas penat, sekaligus menepis anggapan lawas bahwa pemandian umum merupakan tempat kuno yang hanya dikunjungi generasi terdahulu.

Meningkatnya antusiasme dari segmen anak muda ini memberikan napas baru bagi para pemilik bisnis lokal yang sebelumnya sempat terpuruk akibat imbas pandemi.

“Dahulu, kami mungkin hanya menjumpai satu atau dua pelanggan muda di antara sepuluh orang, namun kini jumlahnya hampir mencapai delapan,” ujar Kim Geum-sook (68), seorang staf kedai camilan yang telah bekerja selama 16 tahun di lokasi tersebut, “Baru kali ini saya melihat begitu banyak anak muda yang datang berkunjung”.

Tingginya minat terhadap sauna di zaman sekarang juga dipicu oleh tren di media sosial. Para influencer muda kini sering membagikan pengalaman, ulasan lokasi, hingga mempopulerkan konten bertema ‘What’s in my sauna bag’ di YouTube.

Fenomena ini mendorong melonjaknya permintaan terhadap perlengkapan khusus seperti topi sauna dan tas mandi unik. Selain itu, konsep kunjungannya pun semakin variatif, mulai dari paket sauna privat (solo sauna) hingga menjadi titik temu komunitas, contohnya klub lari yang memanfaatkan sauna sebagai sarana pemulihan otot setelah berolahraga.

Uniknya, daya tarik sauna bagi kalangan muda justru muncul dari rasa penasaran karena mereka tidak terbiasa dengan budaya tersebut sejak kecil. Penerbit majalah Jipap Mokyoktang yang berdomisili di Busan, Mok Ji-soo (53), memaparkan bahwa perbedaan generasi menciptakan pandangan yang segar.

“Antusiasme dalam memandang kunjungan ke sauna sebagai sebuah pengalaman atau petualangan baru menjadi faktor utama daya tariknya,” kata Mok.

Hal senada diungkapkan oleh para pengunjung muda yang menilai sauna sebagai sarana rekreasi yang tidak biasa, “Sebelum melihat konten viral di media sosial mengenai sauna, saya belum pernah pergi ke sauna bersama kerabat atau teman,” tutur Seo Ji-yeon (30).

“Saya sangat tertarik dengan ragam kuliner yang ditawarkan,” tambah pengunjung lainnya, Park So-yeon (31), “Bagi generasi kami yang tidak terbiasa menghabiskan akhir pekan di pemandian umum, sauna merupakan pengalaman yang benar-benar baru dengan atmosfer retro yang estetis”.