GueBerita.com – Mengawali Bulan Kemerdekaan, pemerintah mengimbau segenap elemen masyarakat untuk mengisi momen ini melalui serangkaian agenda spiritual dan kebangsaan.
Seruan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Agama sebagai wujud upaya dalam menyongsong peringatan 17 Agustus. Warga di kawasan Jabodetabek diharapkan dapat berpartisipasi dan memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengundang masyarakat, terutama yang berdomisili di wilayah Jabodetabek, untuk turut serta dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang bakal dilangsungkan di Lapangan Monas, Jakarta, pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Salah satu agenda pokok dalam kegiatan ini adalah Selawat Kebangsaan yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
“Mari kita rayakan Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf serta para pemuka lintas agama di Lapangan Monas, Jakarta, pada Sabtu, 1 Agustus 2026,” ungkap Menag, sebagaimana dikutip pada (31/7).
Kegiatan ini bersifat terbuka untuk publik dan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 17.00 hingga 21.30 WIB sebagai bagian dari ikhtiar memperingati Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Para pengunjung diperbolehkan mulai memasuki lokasi acara pada pukul 15.00 WIB melalui pintu pemeriksaan keamanan yang tersedia di sisi utara serta selatan Monas.
Bagi peserta yang tidak berkesempatan masuk ke area inti, tetap bisa mengikuti seluruh rangkaian acara melalui layar LED yang telah disiapkan di area luar.
Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin menuturkan, Zikir dan Doa Kebangsaan nantinya akan dimeriahkan dengan paduan suara, khataman Al-Qur’an, pelaksanaan salat Magrib berjemaah, pertunjukan hadrah, Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Zian Fahrezi, serta doa bersama dari lintas agama demi Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera.
Perhelatan ini diharapkan menjadi titik tolak untuk memperkokoh tali persatuan dan rasa syukur segenap bangsa.
Dengan menghadirkan para tokoh lintas agama, acara ini sekaligus mengukuhkan semangat toleransi dalam menyambut kemerdekaan di Monas agar berlangsung secara tertib, aman, dan khidmat. (*)






