Pemkot Madiun Gandeng Keraton Yogyakarta Perkuat Sejarah Mataram

Nasional14 Views

GueBerita.com — Pemerintah Kota Madiun berkomitmen penuh dalam mempertegas jati diri daerah serta mengeksplorasi kekayaan peninggalan nenek moyang. Upaya tersebut direalisasikan dengan menyambut kedatangan rombongan Tim Kawedanan Pemerintah Ageng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat di Balai Kota Madiun pada Minggu (26/7).

Kunjungan yang dikepalai oleh Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Wijaya Pamungkas ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan napak tilas dan ziarah ke Makam Kuncen serta Makam Taman.

Kedua lokasi sakral tersebut diketahui memiliki keterikatan historis yang sangat kuat dengan peradaban Mataram Islam serta menjadi titik awal mula berdirinya Kota Madiun.

Saat bersua dengan Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, kedua belah pihak membahas sejumlah topik strategis.

Inti pembicaraannya meliputi keterkaitan sejarah antara wilayah Madiun dan Yogyakarta, metode pelestarian kebudayaan, hingga rencana pengembangan sektor pariwisata yang bertumpu pada warisan sejarah.

F. Bagus Panuntun menyampaikan keyakinannya terhadap prospek kerja sama kebudayaan antarwilayah ini.

“Berdasarkan diskusi tadi, terdapat poin krusial bahwa ke depannya Pemerintah Kota Madiun akan berkoordinasi dengan Keraton Ngayogyakarta guna menyelaraskan hubungan antara Yogyakarta dan Kota Madiun. Harapannya, kemitraan ini mampu menciptakan kolaborasi yang erat, khususnya di bidang kebudayaan,” ungkap Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun.

Saat ini, Pemkot Madiun memang sedang giat melakukan penataan serta pengembangan destinasi wisata religi, terutama di area Makam Kuncen dan Makam Taman. Selain memuat jejak signifikan Mataram, kawasan tersebut juga menjadi saksi bisu sejarah awal syiar agama Islam di daerah Madiun.

Melalui kolaborasi ini, Kota Madiun berkeinginan mencontoh kesuksesan Yogyakarta dalam menjaga serta mengemas nilai-nilai tradisi menjadi magnet wisata yang memiliki daya jual tinggi.

Besar harapan agar sinergi dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini dapat memudahkan pelacakan sejarah lokal secara menyeluruh, memperkaya wawasan budaya, serta memacu kemajuan ekonomi daerah melalui sektor wisata sejarah dan religi.(*)