GueBerita.com – Protes keras terhadap proyek reklamasi laut pecah di pesisir Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada hari Kamis, 28 Mei 2026.
Sejumlah warga dengan berani menghadang operasi alat berat ekskavator yang sedang bekerja di area pantai. Aksi ini terekam dan tersebar melalui unggahan di akun Instagram @sumatraze_.
Beberapa warga bahkan nekat naik ke atas ekskavator sebagai bentuk pernyataan protes yang kuat terhadap kelanjutan proyek reklamasi yang dianggap merugikan.
Para warga menyampaikan kekhawatiran mereka bahwa aktivitas reklamasi ini dapat berdampak negatif pada kelestarian lingkungan laut. Lebih jauh lagi, mereka menilai proyek tersebut mengancam mata pencaharian utama masyarakat yang bergantung pada sumber daya pesisir.
Menurut informasi yang dihimpun dari warga, area yang sedang dikerjakan rencananya akan dikembangkan menjadi lokasi tambak baru serta area penimbunan pesisir.
Penduduk setempat sangat khawatir bahwa proses pengerukan dan penimbunan yang dilakukan di sepanjang pantai ini dapat memicu terjadinya abrasi. Selain itu, mereka juga cemas akan rusaknya habitat berbagai biota laut yang hidup di perairan tersebut.
Baca juga: Keluarga Wisatawan Ditemukan Meninggal di Area Camping Kledung
Para nelayan secara khusus mengungkapkan bahwa proyek reklamasi ini berpotensi mempersempit area tangkap ikan. Hal ini tentu menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup mereka, mengingat melaut adalah sumber penghidupan utama bagi banyak keluarga di sana.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat menyatakan bahwa warga sama sekali tidak pernah dilibatkan dalam diskusi terbuka mengenai proyek reklamasi ini. Keterlibatan mereka dalam proses pengambilan keputusan terasa minim, bahkan nyaris tidak ada.
Oleh karena itu, warga mendesak adanya penjelasan yang transparan dan memadai mengenai perizinan proyek tersebut. Mereka juga menuntut pemaparan mengenai studi dampak lingkungan yang telah dilakukan sebelum aktivitas reklamasi dilanjutkan lebih jauh.
Suasana di lokasi proyek sempat memanas ketika warga dengan tegas meminta para operator untuk segera menghentikan pekerjaan reklamasi yang sedang berlangsung.
Massa aksi memilih untuk bertahan di sekitar lokasi alat berat. Mereka terus menyuarakan tuntutan agar proyek ini dihentikan sementara waktu, sampai ada kejelasan yang memuaskan dari pihak-pihak terkait mengenai segala aspek proyek tersebut.






