Traveling Lebih dari Sekadar Liburan, Studi Ungkap Manfaatnya untuk Melawan Penuaan

Lifestyle17 Views

GueBerita.com – Melakukan perjalanan atau traveling seringkali dianggap sebagai cara utama untuk melepaskan diri dari kejenuhan, menemukan tempat-tempat baru, bergaul dengan ragam budaya, serta sejenak terbebas dari rutinitas harian yang monoton.

Namun, ternyata manfaat dari liburan jauh melampaui sekadar kesenangan semata. Sebuah studi terbaru bahkan mengindikasikan bahwa traveling berpotensi dalam memperlambat proses penuaan pada tubuh manusia.

Penelitian ini dilakukan oleh tim interdisipliner dari Edith Cowan University dan hasilnya telah dipublikasikan dalam Journal of Travel Research. Studi tersebut menemukan bahwa pengalaman-pengalaman positif yang didapatkan selama perjalanan memberikan kontribusi langsung terhadap proses penuaan yang sehat.

Baca juga: Rayakan Ulang Tahun ke-13, BTS Adakan Festival THE CITY ARIRANG untuk Tingkatkan Wisata Busan

Hal yang menarik adalah, manfaat ini tidak ditentukan oleh kemewahan atau mahalnya destinasi yang dikunjungi. Sebaliknya, manfaat tersebut lebih bergantung pada aktivitas dan interaksi yang dilakukan selama berada di tempat tujuan.

Ketika seseorang menjelajahi tempat baru, tubuh secara alami cenderung lebih aktif bergerak. Selain itu, terjadi interaksi dengan lingkungan sekitar serta orang-orang yang belum dikenal sebelumnya. Kondisi ini menciptakan semacam stres yang positif, atau disebut juga dengan istilah *eustress*. Stres positif ini dapat merangsang peningkatan sistem kekebalan tubuh, metabolisme, serta kemampuan tubuh untuk memulihkan diri.

Para peneliti menjelaskan mekanisme di balik fenomena ini melalui konsep entropi. Dikatakan bahwa tubuh manusia akan berkembang dan beradaptasi dengan lebih baik ketika dihadapkan pada tantangan-tantangan baru yang terukur. Hal ini berbeda dengan kondisi ketika tubuh terus menerus berada dalam rutinitas yang stagnan dan tidak memberikan rangsangan baru.

Fangli Hu, selaku peneliti utama dalam studi ini, memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia menyatakan bahwa berbagai aktivitas yang terkait dengan perjalanan liburan, seperti interaksi sosial, aktivitas fisik, serta pengalaman-pengalaman baru, dapat berkontribusi dalam mengurangi tingkat stres. Selain itu, aktivitas tersebut juga mampu meningkatkan fungsi kognitif dan kesejahteraan mental. Semua faktor ini secara kolektif berkontribusi pada kesehatan yang lebih baik dan perlambatan proses penuaan.

Dampak positif dari mempelajari hal-hal baru saat bepergian ini juga didukung oleh penelitian lain dalam bidang psikologi. Sebuah studi yang dimuat dalam Scientific American menunjukkan bahwa seseorang yang mempelajari keterampilan baru atau beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda selama periode tiga bulan dapat mengalami peningkatan pada kemampuan memori dan fokus. Temuan ini didapatkan dari partisipan lansia berusia antara 58 hingga 86 tahun.

Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan kognitif para lansia tersebut dapat setara dengan individu yang berusia 30 hingga 50 tahun lebih muda. Lebih lanjut, riset dari Yale University menambahkan bahwa memiliki pandangan yang positif terhadap proses penuaan, serta menjaga tubuh agar tetap aktif bergerak, dapat berpotensi memperpanjang harapan hidup rata-rata hingga mencapai 7,5 tahun.

Meskipun menawarkan berbagai manfaat yang signifikan baik secara biologis maupun mental, para peneliti menekankan adanya catatan penting. Manfaat dalam memperlambat penuaan ini bisa berbalik menjadi dampak negatif apabila perjalanan yang dilakukan justru dipenuhi dengan tekanan, kekacauan, dan memicu stres yang bersifat negatif.

Selain itu, para wisatawan juga diingatkan untuk selalu waspada terhadap berbagai risiko kesehatan yang mungkin ada di tempat tujuan. Hal ini mencakup potensi penularan penyakit, maupun bahaya yang timbul dari interaksi dengan hewan liar. (*)