GueBerita.com – Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) dipadati ribuan lansia sejak pagi hari.
Mereka hadir dari berbagai komunitas, bersama-sama mengikuti kegiatan jalan sehat dengan penuh keceriaan. Senyum dan lambaian tangan terlihat menghiasi wajah para peserta.
Puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 yang digelar di Kupang pada Sabtu, 30 Juni, bukan sekadar perayaan olahraga. Acara ini menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa sebuah bangsa yang kuat lahir dari penghargaan terhadap para sesepuh dan generasi tua.
Selain jalan sehat, berbagai aktivitas dan layanan pendukung juga turut memeriahkan acara. Peserta dapat menikmati senam, pertunjukan seni, sesi fisioterapi, pemeriksaan audiometri, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Kegiatan jalan sehat dimulai sekitar pukul 07.40 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Pelepasan peserta dilakukan oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, yang hadir mewakili Gubernur. Turut serta dalam pelepasan adalah Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial (Kemensos), Supomo, yang mewakili Menteri Sosial, Saifullah Yusuf.
Ribuan lansia yang berpartisipasi berasal dari beragam latar belakang. Mereka meliputi lansia binaan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), keluarga besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), serta lansia yang tergabung dalam lembaga keagamaan Islam, Kristen, Katolik, dan Komunitas Hindu-Buddha. Semangat mereka terlihat jelas saat mengikuti jalan sehat yang mengambil rute di sekitar Rumah Dinas Gubernur.
Baca juga: Menyongsong Indonesia Emas 2045, Komitmen Memuliakan Lansia di Era Populasi Menua
Dalam sambutan yang dibacakan oleh Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, Supomo, mewakili Menteri Sosial Saifullah Yusuf, disampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemensos dan pemerintah daerah. Hal ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam penyelenggaraan HLUN.
“Kementerian Sosial memiliki komitmen yang kuat untuk terus memperkuat perlindungan sosial, layanan, pendampingan, penghormatan terhadap lanjut usia,” ujar Supomo saat membacakan pesan dari Menteri Sosial, yang akrab disapa Gus Ipul.
Dalam pelaksanaan HLUN 2026, terdapat prioritas wilayah penyelenggaraan. Kegiatan ini difokuskan pada daerah dengan jumlah lansia miskin yang tinggi, daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta kawasan perkotaan yang rentan dengan banyak lansia yang hidup sendiri. Pendekatan ini memastikan bahwa program menjangkau mereka yang paling membutuhkan.
Penyelenggaraan HLUN 2026 tidak hanya terbatas di Kupang, tetapi juga dilaksanakan di hampir seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Lebih luas lagi, acara ini merambah ke seluruh wilayah Indonesia, menunjukkan perhatian nasional terhadap kesejahteraan lansia.
Para lansia yang hadir, baik yang berasal dari binaan OPD, keluarga TNI/Polri, maupun komunitas keagamaan, berjalan beriringan. Hal ini menegaskan sebuah pesan penting bahwa upaya merawat dan menghormati lansia adalah sebuah kerja kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, bukan semata-mata tugas keluarga.






