Puluhan Calon Pengantin Melapor Jadi Korban WO Marwah, Gudang dan Rumah Owner Digeledah

Viral13 Views

GueBerita.com – Puluhan calon pengantin di Bekasi mengaku menjadi korban dugaan penipuan oleh wedding organizer (WO) bernama Marwah Catering Service. Kasus ini mencuat setelah acara pernikahan salah satu pasangan pada Sabtu, 23 Mei 2026, dilaporkan tidak berjalan sesuai rencana karena minimnya persiapan dekorasi dan katering di lokasi acara.

Viralnya kasus ini bermula dari unggahan para korban di platform media sosial Threads. Pengakuan yang dibagikan di platform tersebut kemudian memancing munculnya cerita serupa dari calon pengantin lain yang juga merasa dirugikan oleh WO yang sama.

Salah satu akun yang membagikan pengalaman adalah @a.cheerfulgirl. Ia bersama beberapa korban lainnya dilaporkan mendatangi gudang milik Marwah Catering Service di Bekasi. Tujuan mereka adalah untuk mencari penjelasan mengenai layanan pernikahan yang dijanjikan namun tidak terpenuhi.

Baca juga: KAI Daop 8 Surabaya: Stasiun dan Kereta Bebas Asap Rokok

Dalam unggahan tersebut, korban menceritakan bahwa saat mereka tiba di gudang, hanya ditemukan ibu dari pemilik usaha WO tersebut bersama seorang anak kecil. Kehadiran mereka di lokasi gudang ini terekam dalam foto yang turut diunggah, memperlihatkan sejumlah orang dan petugas kepolisian di depan gudang.

Foto yang beredar juga menunjukkan adanya tumpukan perlengkapan pesta pernikahan yang masih tersimpan di dalam bangunan gudang. Hal ini menimbulkan pertanyaan lebih lanjut mengenai nasib pesanan para calon pengantin.

Tidak hanya mendatangi gudang, para korban juga dilaporkan telah berupaya mencari keberadaan pemilik usaha WO Marwah. Pencarian ini dilakukan hingga ke rumah dan kantor operasional WO tersebut. Namun, laporan dari para korban menyebutkan bahwa kedua lokasi tersebut sudah dilaporkan kosong sejak sekitar dua bulan terakhir.

Informasi mengenai skala kerugian dan jumlah korban terus berkembang. Akun Threads lain, @maharcb, menyebutkan bahwa jumlah korban yang teridentifikasi sementara telah mencapai lebih dari 30 calon pengantin. Estimasi total kerugian yang dialami para korban diperkirakan mencapai angka Rp1,9 miliar.

Menyikapi dugaan penipuan ini, sejumlah korban telah mengambil langkah hukum dengan mendatangi Polres Metro Jakarta Timur. Mereka melaporkan pengalaman pahit yang dialami terkait layanan pernikahan yang tidak kunjung diberikan.

Namun, proses pelaporan dilaporkan menghadapi kendala. Beberapa korban melalui unggahan di media sosial menyatakan bahwa laporan mereka belum dapat diterima sepenuhnya. Alasan yang diberikan adalah karena sebagian jadwal pernikahan para korban belum melewati tanggal pelaksanaan acara yang sebenarnya.

Kasus dugaan penipuan oleh Marwah Catering Service ini terus menarik perhatian publik. Berbagai pengakuan dari para korban dan dokumentasi yang berkaitan dengan dugaan kerugian yang dialami telah tersebar luas di berbagai platform media sosial, memicu keprihatinan dan diskusi publik mengenai pentingnya kehati-hatian dalam memilih penyedia jasa pernikahan.