GueBerita.com – Seorang pemuda bernama Riyan, berusia 33 tahun dan berasal dari Desa Kalangbret, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, menarik perhatian publik melalui sebuah unggahan di media sosial Instagram @kabar_tulungagung.
Riyan telah menjalankan sebuah usaha jasa yang tidak biasa, dijuluki “salon sapi”, selama kurang lebih delapan tahun. Jasa ini secara spesifik menawarkan layanan pembersihan dan perawatan untuk kuku serta tanduk sapi, terutama bagi para pedagang hewan. Informasi ini dikutip pada hari Sabtu, 23 Mei.
Aktivitas Riyan dilaporkan mengalami peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Idul Adha tahun 2026. Peningkatan ini sangat terasa di Pasar Hewan Terpadu (PHT) Tulungagung, yang menjadi pusat transaksi hewan kurban.
Baca juga: Rekomendasi Sabun Non-SLS Terbaik untuk Kulit Sensitif Bebas Iritasi dan Kering
Pada periode menjelang Idul Adha, PHT Tulungagung dipadati oleh para pedagang dari berbagai wilayah yang datang untuk melakukan jual beli hewan kurban. Di tengah kesibukan pasar tersebut, Riyan bersama anggota keluarga dan beberapa kerabatnya terlihat aktif menawarkan jasa perawatan sapi kepada para pedagang.
Riyan menjelaskan bahwa cakupan layanan yang ia tawarkan meliputi proses pembersihan kuku sapi dan perapian tanduk. Menurut keterangannya, standar waktu yang dibutuhkan untuk satu sesi perawatan biasanya berkisar satu jam. Namun, durasi ini bisa bertambah jika sapi yang dirawat menunjukkan perilaku yang sulit dikendalikan.
Dalam menjalankan profesinya, Riyan mengandalkan seperangkat alat yang tergolong sederhana namun efektif. Alat-alat tersebut antara lain palu, kikir, arit kecil, dan tatah. Penggunaan alat-alat ini disesuaikan dengan kebutuhan perawatan kuku dan tanduk sapi.
Mengenai tarif jasa, Riyan menetapkan biaya sekitar Rp50 ribu untuk perawatan kuku sapi per ekor. Biaya ini akan mengalami penambahan apabila layanan perawatan juga mencakup bagian tanduk sapi.






