GueBerita.com – Sebuah insiden yang nyaris berujung pada penipuan terhadap seorang penumpang perempuan terekam dalam sebuah video yang menyebar luas di berbagai platform media sosial. Peristiwa ini terjadi di kawasan Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, dan melibatkan perselisihan antara penumpang tersebut dengan seorang oknum pengemudi ojek daring (ojol).
Menurut informasi yang beredar, penumpang tersebut diduga menjadi target modus penipuan ketika rute perjalanannya dialihkan secara sepihak oleh pengemudi. Kejadian ini bermula ketika penumpang yang baru saja turun dari Kereta Fajar Utama Jogja dihampiri oleh seorang pengemudi ojek di dekat pintu keluar stasiun.
Pengemudi tersebut kemudian menawarkan jasa pengantaran dengan cara luar jaringan atau offline. Alasannya, agar tarif yang dikenakan tidak terpotong oleh biaya administrasi sistem aplikasi. Penumpang yang merasa iba atau mungkin percaya dengan alasan tersebut akhirnya menyetujui tawaran tersebut. Menariknya, kesepakatan tarif yang dibuat tetap mengacu pada nominal yang tertera di aplikasi resmi.
Namun, di tengah perjalanan, kecurigaan mulai timbul pada diri penumpang. Pengemudi mulai menunjukkan perilaku yang mencurigakan ketika melarang korban menggunakan ponselnya. Dalih yang diberikan adalah untuk mengantisipasi kemungkinan tindakan penjambretan. Meskipun demikian, penumpang tersebut tetap waspada dan diam-diam memantau rute perjalanannya.
Baca juga: Momen Menyentuh di Bali: Pengemudi Ojek Online Wanita Terima Tip Besar dari Turis Asing
Ia menggunakan aplikasi navigasi Google Maps di ponselnya dan secara aktif membagikan lokasi terkini atau *live location* kepada suaminya. Melalui pantauan navigasi inilah, korban mulai menyadari adanya kejanggalan. Jalur yang ditempuh oleh pengemudi ternyata menjauh dari arah tujuan awalnya yang seharusnya berada di kawasan Ceger.
Sebaliknya, rute yang diambil justru mengarah ke area Gambir, yang jelas-jelas merupakan arah yang berlawanan. Ketika korban mencoba mengkonfirmasi hal ini kepada pengemudi, sang pengemudi memberikan alasan bahwa ia sengaja memutar arah terlebih dahulu untuk menjemput anaknya yang sedang pulang sekolah. Alasan ini tentu saja menimbulkan pertanyaan lebih lanjut.
Merasa keselamatannya terancam dan tidak nyaman dengan situasi yang terjadi, penumpang tersebut memutuskan untuk meminta diturunkan di tempat. Pengemudi sempat memberikan penolakan terhadap permintaan tersebut. Namun, penumpang tersebut tidak menyerah. Ia akhirnya berhasil turun dari kendaraan setelah berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar yang kebetulan sedang menunggu angkutan umum di lokasi tersebut.
Dalam rekaman video yang kemudian viral, terlihat penumpang tersebut memberikan uang sebesar Rp35.000 kepada pengemudi. Uang tersebut diduga diberikan sebagai pengganti biaya bensin agar ia dapat segera meninggalkan lokasi kejadian dengan aman. Sementara itu, sang pengemudi tetap pada dalihnya, yaitu ia hanya lupa mengonfirmasi rute penjemputan anaknya sejak awal perjalanan.






