Penerapan RPL Profesional di UHN IGB Sugriwa: Pengalaman Kerja Jadi Kredit Akademik

Pendidikan16 Views

GueBerita.com – Universitas Hindu Negeri (UHN) IGB Sugriwa Denpasar kini membuka gerbang baru bagi para profesional dan pekerja untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana. Melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tipe A, pengalaman kerja yang telah dijalani kini dapat dikonversi menjadi kredit akademik yang diakui.

Inisiatif ini resmi berlaku mulai Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, setelah universitas memperoleh sertifikat kelayakan penyelenggaraan program tersebut. Pemberian sertifikat ini menandai langkah maju UHN IGB Sugriwa dalam memberikan akses pendidikan yang lebih fleksibel dan relevan.

Informasi yang diperoleh dari laman resmi Kementerian Agama, pada tanggal 21 Mei lalu, menegaskan posisi UHN IGB Sugriwa Denpasar sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Negeri (PTKHN) di bawah naungan Kementerian Agama RI. Universitas ini secara proaktif menawarkan layanan RPL Tipe A yang dirancang khusus untuk para lulusan pendidikan non-formal maupun mereka yang telah berkarir di dunia profesional.

RPL Tipe A merupakan sebuah mekanisme resmi yang diakui oleh pemerintah. Mekanisme ini memungkinkan konversi atas pengalaman kerja, berbagai pelatihan yang pernah diikuti, serta kompetensi lain yang dimiliki seseorang menjadi satuan kredit akademik. Satuan kredit ini kemudian dapat digunakan untuk memenuhi sebagian atau seluruh persyaratan dalam penyelesaian program sarjana.

Dengan kata lain, jam terbang dan pengalaman berharga yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun di dunia kerja, kini memiliki bobot akademis yang setara. Hal ini membuka peluang bagi individu untuk mendapatkan pengakuan formal atas keahlian mereka tanpa harus memulai studi dari nol.

Penerbitan sertifikat kelayakan penyelenggaraan RPL Tipe A ini secara spesifik ditujukan untuk Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Ini memberikan kerangka waktu yang jelas bagi calon mahasiswa dan universitas untuk mempersiapkan diri menyambut implementasi program ini.

Program RPL ini digagas sebagai solusi atas berbagai hambatan yang kerap dihadapi oleh masyarakat pekerja. Kendala seperti keterbatasan waktu, jarak tempuh, serta tuntutan kesibukan kerja yang padat, selama ini menjadi penghalang bagi banyak orang untuk meraih gelar sarjana. Kini, melalui RPL, pekerja, praktisi, dan profesional memiliki kesempatan emas untuk menempuh pendidikan tinggi dan meraih gelar sarjana tanpa harus meninggalkan pekerjaan mereka sepenuhnya atau mengikuti jalur pendidikan formal tradisional dari awal.

Keberhasilan UHN IGB Sugriwa dalam mendapatkan kelayakan ini tidak lepas dari upaya universitas dalam memenuhi standar yang ditetapkan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi telah menerbitkan sertifikat kelayakan untuk tujuh program studi Sarjana yang ditawarkan di UHN IGB Sugriwa.

Ketujuh program studi yang telah memenuhi syarat untuk penyelenggaraan RPL Tipe A ini meliputi Hukum Hindu, Ilmu Komunikasi Hindu, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Industri Perjalanan, Teologi Hindu, Filsafat Hindu, serta Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD). Keberagaman program studi ini mencerminkan komitmen universitas untuk melayani berbagai latar belakang profesional.

Proses yang akan dilalui oleh peserta RPL meliputi penilaian mendalam terhadap kompetensi yang telah mereka miliki. Penilaian ini didasarkan pada bukti-bukti konkret dari pengalaman kerja, pelatihan yang pernah diikuti, serta dokumen pendukung relevan lainnya. Hasil penilaian inilah yang kemudian akan dikonversi menjadi kredit akademik, sesuai dengan standar nasional yang berlaku.

Baca juga: SPMB 2026: Pemkot Mojokerto Gelar Posko Informasi dan Penguatan Anti Gratifikasi di Sekolah

Dengan diterbitkannya sertifikat kelayakan ini, UHN IGB Sugriwa secara resmi memberikan pengakuan akademik yang setara terhadap pengalaman dan kompetensi yang telah diperoleh para calon mahasiswa melalui jalur RPL. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi di kalangan profesional dan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan sumber daya manusia di Indonesia.