GueBerita.com – Pemerintah Kota Madiun mengambil langkah proaktif dalam menghadapi ancaman musim kemarau dengan menyelenggarakan Pelatihan Keluarga Tanggap Bencana (Katana) di Kelurahan Tawangrejo pada Selasa, 26 Mei.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini merupakan kelanjutan dari program Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Fokus utamanya adalah meningkatkan kesiapan masyarakat dalam merespons potensi bencana yang seringkali dipicu oleh cuaca ekstrem.
Pelatihan ini dirancang untuk membekali warga lokal dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menghadapi situasi darurat. Peningkatan suhu yang signifikan selama musim kemarau diketahui meningkatkan risiko kebakaran, baik pada lahan kosong maupun di area pemukiman.
Dalam sambutan pembukaannya, Plt. Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menyampaikan apresiasi mendalam atas antusiasme dan kesiapsiagaan yang ditunjukkan oleh warga Kelurahan Tawangrejo.
“Saya yakin warga Tawangrejo adalah masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi bencana,” ujar beliau.
Baca juga: Ribuan Pekerja Tambang Maluku Utara Terancam Kehilangan Pekerjaan Akibat Pemangkasan Produksi Nikel
Melalui program Katana ini, F. Bagus Panuntun berharap masyarakat dapat bertindak lebih cepat, tepat, dan tetap tenang apabila terjadi bencana akibat perubahan cuaca yang drastis.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala BPBD Kota Madiun, M. Yusuf Asmadi, menjelaskan bahwa edukasi Katana ini berfungsi sebagai pondasi penting untuk menumbuhkan kesadaran tanggap bencana yang dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap warga memahami langkah-langkah penanganan darurat, terutama pada musim kemarau yang rentan terhadap kebakaran lahan maupun permukiman,” jelasnya.
BPBD Kota Madiun tidak hanya memberikan pelatihan teori dan praktik, tetapi juga telah menyiapkan personel dan fasilitas pendukung. Salah satu kesiapan tersebut adalah penyediaan tandon air untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang berkepanjangan.
Menjelang akhir kegiatan, pihak BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam aktivitas sehari-hari. Hal ini termasuk memastikan kompor dalam keadaan mati sebelum meninggalkan rumah dan tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan.






