Melly Lee Ceritakan Kesulitan Produksi Video Klip Tajamnya Karang Mansyur S

Music11 Views

GueBerita.com – Penyanyi dangdut muda berbakat, Melly Lee, yang dikenal luas setelah menjuarai Liga Dangdut Indonesia (LIDA) tahun 2020, baru saja merilis sebuah karya musik terbaru yang berjudul “Tajamnya Karang”. Single ini resmi diluncurkan pada tanggal 30 Maret 2026.

Lagu “Tajamnya Karang” ini bukanlah sebuah karya orisinal sepenuhnya, melainkan sebuah interpretasi ulang yang segar dari lagu legendaris milik Mansyur S. Sebelumnya, lagu ini telah dihidupkan kembali oleh penyanyi Selfi Yamma dalam sebuah proyek yang didedikasikan untuk menghormati karya-karya Mansyur S, bertajuk “A Tribute To Mansyur S”.

Rilisan terbaru Melly Lee ini hadir dengan pendekatan vokal dan visual yang dirancang secara khusus. Tujuannya adalah untuk menangkap dan menyampaikan kembali emosi mendalam yang terkandung dalam lirik lagu aslinya, namun dengan sentuhan yang relevan bagi pendengar masa kini.

Proses rekaman untuk single ini dilaporkan memakan waktu yang cukup signifikan. Melly Lee sendiri mengungkapkan bahwa ia berkali-kali melakukan pengambilan suara ulang (take ulang) demi mencapai tingkat penghayatan emosional yang benar-benar diinginkannya. Sementara itu, syuting untuk video musiknya sendiri dilakukan dalam rentang waktu satu hari penuh.

Uniknya, video musik “Tajamnya Karang” ini juga melibatkan elemen koreografi udara atau yang dikenal dengan istilah aerial dance. Penggunaan elemen ini diharapkan dapat menambah kedalaman visual dan emosional dari keseluruhan karya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kanal YouTube 3DEnt.id, yang dikutip pada tanggal 3 Juni 2026, Melly Lee membagikan lebih dalam mengenai motivasinya saat membawakan kembali lagu yang sudah melegenda ini.

Ia mengakui bahwa ada tantangan emosional yang harus dihadapinya. Tantangan ini muncul dari keinginan untuk tetap menghormati versi asli dari lagu tersebut, sekaligus mampu memberikan sentuhan pribadi yang khas dari dirinya.

Lagu ini punya emosi yang dalam banget. Buat aku, tantangannya adalah bagaimana menyampaikan rasa sakit dari liriknya dengan versiku sendiri, tapi tetap menghormati karya aslinya. Makanya ketika proses rekaman, aku tuh maunya lagu ini dinyanyikan sesempurna mungkin. Alhasil aku harus take ulang terus, karena aku selalu merasa ada yang kurang. Tapi alhamdullilah semua jerih payahnya terbayarkan. Aku puas sama hasilnya,” ujar Melly Lee, sebagaimana dikutip pada tanggal (3/6).

Lebih lanjut, Melly menjelaskan bahwa proses produksi video musiknya dilakukan dalam tempo yang sangat padat. Meskipun demikian, ia memastikan bahwa konsep visual yang dihadirkan dibuat dengan sangat matang. Hal ini dilakukan agar pesan yang ingin disampaikan melalui lagu dapat diperkuat secara efektif oleh visualnya.

Proses shooting dilakukan satu hari dari pagi sampai sore. Aku juga terlibat langsung dalam pembuatan music video ini mulai dari konsep aerial dance, pemilihan kostum, dan hair do. Pokoknya semua aku konsepin dengan detail demi menghasilkan visual yang mampu menyampaikan pesan lagu secara maksimal”, ungkapnya.

Pemilihan elemen aerial dance sebagai bagian inti dari video musik ini bukan tanpa alasan. Elemen ini dipilih secara spesifik untuk menggambarkan pergulatan batin yang menjadi inti narasi dalam lagu “Tajamnya Karang”.

Baca juga: Deklarasi SPMB Jenjang TK, SD, SMP Tulungagung, Pesan Plt Bupati Ahmad Baharudin

Melly Lee menyatakan bahwa gerakan-gerakan yang dilakukan di udara melalui aerial dance ini secara metaforis merepresentasikan perasaan yang tidak stabil dan penuh gejolak. Hal ini selaras dengan narasi lirik lagu yang menggambarkan kondisi emosional yang kompleks.