MediaTek Kolaborasi dengan TSMC dan Intel Tingkatkan Produksi Chip AI Kustom

Teknologi11 Views

GueBerita.com – Perusahaan perancang semikonduktor terkemuka asal Taiwan, MediaTek, secara resmi mengumumkan dukungannya terhadap teknologi pengemasan canggih (advanced packaging) milik dua raksasa manufaktur chip, TSMC dan Intel.

Langkah strategis ini diambil guna memberikan fleksibilitas penuh bagi para pelanggan dalam menentukan arsitektur chip yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan mengadopsi ekosistem dari dua kubu tersebut, MediaTek memposisikan diri sebagai jembatan netral di industri semikonduktor.

Komitmen ini mempertegas ambisi perusahaan untuk melangkah lebih jauh dari sekadar produsen chip perangkat seluler pintar (smartphone) dan mulai mendominasi sektor kecerdasan buatan (AI) serta pusat data global. “Kami adalah salah satu dari sedikit penyedia silikon kustom yang mendukung CoWoS (TSMC) dan EMIB (Intel). Kami membiarkan pelanggan kami memilih,” kata Wakil Presiden Senior MediaTek, Vince Hu, kepada wartawan di Taipei.

Baca juga: Seniman Indonesia Ikut Garap Lagu Terbaru Ariana Grande

Teknologi pengemasan canggih memegang peranan krusial dalam performa chip modern. Proses ini memungkinkan beberapa komponen mikroelektronika digabungkan menjadi satu kesatuan yang ringkas dan bertenaga tinggi, terutama untuk pemrosesan algoritma AI yang rumit.

Dua teknologi pengemasan utama yang didukung MediaTek adalah CoWoS dari TSMC dan EMIB dari Intel. CoWoS (Chip-on-Wafer-on-Substrate) merupakan teknologi andalan TSMC yang saat ini mendominasi pasar. Teknologi ini telah digunakan secara luas oleh raksasa teknologi dunia, termasuk Nvidia, untuk memproduksi unit pemroses grafis (GPU) kecerdasan buatan mereka.

Sementara itu, EMIB (Embedded Multi-die Interconnect Bridge) merupakan teknologi tandingan yang dikembangkan oleh Intel. EMIB menawarkan solusi interkoneksi performa tinggi dengan efisiensi biaya yang kompetitif, menjadikannya pesaing kuat di pasar server. Dukungan terhadap kedua teknologi ini memberikan keleluasaan bagi pelanggan MediaTek.

Berdasarkan laporan dari sumber internal industri, teknologi EMIB milik Intel saat ini tengah dipertimbangkan secara serius untuk disematkan pada chip AI kustom pesanan Google (Alphabet) yang dirancang oleh MediaTek. Meski demikian, pihak MediaTek masih enggan memberikan komentar resmi mengenai detail kerja sama spesifik dengan Google tersebut.

Perusahaan melihat potensi besar dalam pasar chip AI kustom. Seiring melonjaknya permintaan infrastruktur komputasi awan, MediaTek optimistis target finansial mereka akan tercapai. Perusahaan bahkan telah menggandakan perkiraan pendapatan dari sektor pusat data untuk tahun 2026 menjadi sebesar $2 miliar dolar AS.

Proyeksi jangka panjang untuk pasar chip AI kustom sangat menjanjikan. Total pasar yang dapat dijangkau (Total Addressable Market/TAM) untuk kategori ASIC (Application-Specific Integrated Circuit) AI kustom diperkirakan melonjak hingga kisaran $70 miliar hingga $80 miliar dolar AS pada tahun 2027. Angka ini menunjukkan pertumbuhan eksponensial dalam kebutuhan akan chip yang dirancang khusus untuk aplikasi AI.

MediaTek sendiri menargetkan untuk mampu menguasai 10% hingga 15% pangsa pasar dari total potensi tersebut. Selain fokus pada teknologi pengemasan saat ini, MediaTek juga menatap masa depan dengan menyiapkan beberapa chip uji coba yang berbasis pada proses fabrikasi A14 buatan TSMC. Langkah ini menunjukkan komitmen MediaTek untuk terus berinovasi dan memimpin di industri semikonduktor.