Mak Painah Tetap Sekolahkan Aditya Hingga SMA Meski Penghasilan Kurang dari Rp10 Ribu

Nasional13 Views

GueBerita.com – Di tengah keterbatasan hidup, seorang nenek di Surakarta yang berprofesi sebagai penjaga makam dan penjual bunga berhasil menyekolahkan anak asuhnya hingga jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).

Meskipun penghasilannya terkadang tidak mencapai Rp10 ribu per hari, Mak Painah tidak pernah menyerah dalam mendidik dan membesarkan Aditya Herlambang.

Perjuangan keras Mak Painah akhirnya membuahkan hasil manis, di mana Aditya kini berhasil diterima di Sekolah Rakyat Menengah Atas yang menawarkan pendidikan gratis.

Baca juga: Rahasia Kulit Sehat Jennie BLACKPINK: Perawatan Tubuh dan Hidrasi

Kisah inspiratif ini datang dari sebuah rumah sederhana di Kelurahan Pucangsawit, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Mak Painah, seorang wanita berusia 73 tahun, rutin memulai aktivitasnya dengan menuju area pemakaman.

Dari pekerjaan yang dilakoninya, yakni berjualan bunga kamboja yang gugur dan membersihkan makam, ia mampu membiayai kehidupan dan pendidikan Aditya Herlambang.

Sejak kepergian suaminya, Mak Painah hidup seorang diri bersama Aditya, yang telah ia asuh sejak bayi. Rutinitas paginya dimulai dengan memunguti bunga kamboja yang berguguran serta membersihkan area makam yang sering dikunjungi oleh para peziarah.

Pekerjaan ini mungkin terlihat sederhana, namun dari sanalah Mak Painah berjuang untuk bertahan hidup dan memenuhi segala kebutuhan.

Lebih dari itu, dari pekerjaan inilah ia membesarkan Aditya. Awalnya, Aditya hanya dititipkan untuk sementara waktu. Namun, orang tua kandung Aditya tidak pernah kembali, sehingga Mak Painah memutuskan untuk mengurus segala kebutuhan hidupnya.

“Sudah saya anggap anak sendiri,” ungkap Mak Painah dengan penuh kasih sayang, seperti dikutip pada tanggal 31 Mei.

Aditya tumbuh dalam lingkungan yang sangat sederhana, namun berkat ketekunan dan kasih sayang Mak Painah, ia tetap dapat bersekolah dan kebutuhan-kebutuhannya terpenuhi meskipun dalam kondisi yang serba terbatas.