GueBerita.com – Sebuah video viral di media sosial mengemukakan keluhan seorang ayah pasien mengenai pelayanan di sebuah klinik di Sekupang, Batam. Kejadian ini memicu diskusi publik tentang keseimbangan antara jam operasional fasilitas kesehatan dan penanganan kondisi darurat.
Video yang diunggah akun TikTok @unrikasarjanahukum2017 pada 24 Mei 2026 memperlihatkan seorang pria mendatangi klinik menjelang jam tutup.
Ia mengungkapkan kekecewaannya karena anaknya yang lemas dan muntah-muntah diduga tidak diperiksa oleh dokter jaga.
Pria dalam video tersebut mengklaim tiba sebelum pukul 21.00 WIB, yang menurutnya masih dalam jam operasional klinik.
Melalui narasi video, ia juga menyatakan kecurigaan adanya perlakuan berbeda karena ia menggunakan BPJS Kesehatan.
Rekaman tersebut juga menampilkan kondisi anak pasien dan dokter yang terlihat hendak meninggalkan tempat praktik.
Unggahan ini memicu beragam reaksi dari warganet. Sebagian berpendapat bahwa tenaga medis dan fasilitas kesehatan seharusnya mengutamakan kemanusiaan dan memberikan penanganan awal tanpa terikat ketat pada jam operasional, terutama untuk pasien anak yang menunjukkan gejala lemas.
Namun, sebagian lain menekankan pentingnya kepatuhan terhadap jam kerja klinik yang tidak beroperasi 24 jam.
Beberapa saran dari warganet menyatakan bahwa kasus yang dianggap darurat sebaiknya langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit terdekat, bukan ke fasilitas kesehatan tingkat pertama yang memiliki keterbatasan sarana dan jam operasional.
Menanggapi perdebatan yang muncul, pengunggah video memberikan klarifikasi di kolom komentar bahwa keputusannya mendatangi klinik tersebut didasari oleh kepanikan melihat kondisi anaknya.






