Kenaikan Harga BBM Diesel Non-Subsidi di Mei 2026

Otomotif13 Views

GueBerita.com – Pasar bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia menyaksikan lonjakan harga yang dramatis untuk jenis diesel non-subsidi pada awal Mei 2026. Kenaikan ini diterapkan oleh berbagai operator SPBU, menandai periode penyesuaian harga yang signifikan.

Pertamina, BP, dan Vivo Energy adalah beberapa operator yang telah mengumumkan dan menerapkan harga baru untuk produk diesel non-subsidi mereka. Situasi ini terjadi di tengah belum beroperasinya kembali jaringan SPBU Shell hingga awal Mei 2026, yang menyebabkan mereka belum merilis informasi harga terbarunya.

Data yang dihimpun per tanggal 3 Mei 2026 menunjukkan bahwa BBM diesel non-subsidi mengalami kenaikan harga yang paling mencolok. Perubahan ini berdampak langsung pada konsumen yang menggunakan bahan bakar jenis ini.

Di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina, harga Dexlite mengalami peningkatan tajam. Produk ini kini dibanderol sebesar Rp23.600 per liter, sebuah lonjakan signifikan dari harga sebelumnya yang hanya Rp14.200 per liter pada bulan April 2026. Kenaikan ini mencapai Rp9.400 per liter.

Produk Pertamina Dex juga tidak luput dari penyesuaian harga yang drastis. Harganya melonjak dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter. Selisih kenaikan untuk produk ini adalah sebesar Rp9.700 per liter.

Baca juga: Dominasi EV China Picu Kekhawatiran Global, CEO Honda Ungkap Rahasia Efisiensi Manufaktur Shanghai

Secara keseluruhan, kenaikan harga untuk produk diesel non-subsidi Pertamina berkisar antara Rp9.400 hingga Rp9.700 per liter. Perubahan harga yang begitu besar dalam kurun waktu kurang dari satu bulan ini menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor di baliknya.

Situasi serupa, bahkan dengan skala kenaikan yang lebih besar, juga terjadi di SPBU swasta. Operator seperti BP dan Vivo Energy melaporkan lonjakan harga yang lebih substansial dibandingkan dengan produk milik Pertamina.

Di SPBU BP, harga BP Ultimate Diesel mengalami kenaikan dari Rp14.620 menjadi Rp30.890 per liter. Kenaikan ini sungguh mengejutkan, dengan selisih mencapai lebih dari Rp16.000 per liter. Ini merupakan salah satu kenaikan harga terbesar yang tercatat.

Produk Diesel Primus yang ditawarkan di SPBU Vivo juga mencatat peningkatan harga yang serupa dengan BP Ultimate Diesel. Harganya naik dari Rp14.610 menjadi Rp30.890 per liter. Kenaikan ini juga menyentuh angka lebih dari Rp16.000 per liter.

Lonjakan harga BBM diesel non-subsidi ini secara signifikan memperlebar jurang perbedaan harga antara BBM bersubsidi dan non-subsidi. Hal ini berpotensi memberikan tekanan tambahan pada sektor transportasi dan logistik yang sangat bergantung pada bahan bakar diesel.