GueBerita.com – Produsen otomotif asal Swedia, Volvo Cars, menghadapi ancaman gugatan perdata serius di Thailand. Hal ini dipicu oleh dua insiden kebakaran yang melibatkan baterai SUV listrik andalannya, Volvo EX30.
Peristiwa ini menambah rumit masalah penarikan kembali (recall) global yang sedang dihadapi perusahaan. Badan pengawas konsumen Thailand telah mengambil langkah tegas dengan meneruskan keluhan mengenai risiko kebakaran ini ke komite internal mereka.
Menurut laporan Reuters pada 20 Mei, langkah hukum ini berpotensi mengarah pada tuntutan perdata terhadap Volvo Thailand dan jaringan dealer resminya. Dalam tuntutan tersebut, lembaga pengawas menuntut pengembalian dana penuh (refund) beserta bunga bagi 45 konsumen yang telah mengajukan keluhan.
Tindakan perdata ini secara spesifik berfokus pada kompensasi kerugian materiil bagi para konsumen, bukan pada sanksi pidana. Kasus ini merupakan kelanjutan dari kebijakan penarikan kembali yang telah diumumkan sejak Februari lalu.
Volvo sebelumnya telah mengumumkan penarikan sekitar 40.000 unit EX30 di seluruh dunia. Penarikan ini dilakukan karena adanya cacat produksi pada modul baterai yang berpotensi menyebabkan panas berlebih (overheating) dan memicu kebakaran.
Ketegangan antara konsumen dan pihak produsen semakin meningkat akibat lambatnya pengiriman komponen baterai pengganti. Sebagai tindakan pencegahan darurat sejak Desember tahun lalu, Volvo sempat mengimbau pemilik kendaraan di belasan negara, termasuk Brasil, Inggris, Australia, dan Thailand, untuk membatasi pengisian daya baterai maksimal hingga 70%.
Namun, Badan pengawas konsumen Thailand mempertimbangkan tindakan perdata terhadap Volvo. Hal ini didasari oleh kasus kebakaran baterai SUV listrik EX30 dan keterlambatan dalam perbaikan massal. Otoritas di Thailand menilai imbauan sementara tersebut terbukti tidak cukup aman untuk mencegah terjadinya insiden.
Pihak Volvo Cars memberikan penjelasan bahwa keterlambatan pasokan komponen salah satunya disebabkan oleh dampak konflik di Iran. Meskipun demikian, mereka menegaskan bahwa insiden kebakaran ini tergolong sangat jarang terjadi, dengan angka sekitar 0,1% dari total kendaraan yang terdampak.
Jumlah mobil yang harus ditarik juga telah mengalami penyesuaian, dari perkiraan awal 40.323 unit menjadi 37.802 unit. Menanggapi keluhan publik, Chief Commercial Officer Volvo Cars, Erik Severinson, mengakui adanya ketidakpuasan yang dirasakan oleh para pengguna EX30 saat ini.
“Memang wajar – banyak pelanggan yang merasa frustrasi,” ujar Erik Severinson. Ia menambahkan bahwa saat ini perusahaan sebenarnya sudah memiliki pasokan baterai yang cukup baik. “Kami bekerja secepat mungkin untuk mengirimkan modul baterai baru ke pengecer dan bengkel servis… Tetapi saya tidak senang jika ada pelanggan yang harus menunggu.”
Baca juga: IIMS Surabaya 2026 Hadir dengan Area Baru yang Lebih Luas, Siap Tingkatkan Industri Otomotif
Berdasarkan surat pemberitahuan resmi dari Volvo Cars Thailand, proses perbaikan komponen baterai dijadwalkan baru akan dimulai pada 23 Mei. Selama menunggu masa perbaikan selesai, konsumen tetap diminta untuk membatasi kapasitas pengisian daya baterai mobil mereka.






