GueBerita.com – Kementerian Kehutanan, bersama dengan Pemerintah Norwegia dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), sukses menyelenggarakan sebuah acara bertajuk “Gema Langkah Alam” yang bertujuan untuk memperkuat komitmen terhadap kelestarian hutan dan mitigasi perubahan iklim.
Acara yang diselenggarakan di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, pada tanggal 20 Mei ini, menjadi forum strategis yang mempertemukan berbagai elemen penting. Para pemangku kepentingan, komunitas pemuda yang bersemangat, serta para praktisi lingkungan berkumpul untuk berdiskusi dan merumuskan langkah-langkah konkret.
Pembukaan acara diisi dengan pemaparan mendalam mengenai perjalanan kebangkitan bangsa Indonesia. Pemaparan ini secara cerdas diintegrasikan dengan strategi pelestarian lingkungan yang menjadi fokus utama pertemuan.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh berbagai perwakilan penting, termasuk pejabat pemerintah, perwakilan organisasi internasional, akademisi terkemuka, serta aktivis muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan. Mereka secara aktif berbagi pengalaman berharga dan memaparkan rencana aksi yang terukur.
Baca juga: Perjalanan Toleransi Bhikkhu IWFP 2026 Diterima Baik di Madiun
Fokus utama dari berbagi pengalaman tersebut adalah upaya edukasi dan pemberdayaan generasi muda. Generasi muda dipandang sebagai agen perubahan krusial dalam menghadapi tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
Mewakili Menteri Kehutanan, Bapak Raja Juli Antoni, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan, drh. Indra Exploitasia, menyampaikan sambutan resmi yang sangat penting. Dalam pidatonya, Indra menegaskan kembali peran sentral kaum muda dalam agenda lingkungan yang tengah digalakkan secara nasional.
Indra melanjutkan penjelasannya dengan menggarisbawahi bahwa kebijakan kehutanan yang berlaku saat ini menempatkan sektor kehutanan sebagai salah satu pilar utama dalam upaya aksi iklim nasional. Hal ini menunjukkan pergeseran paradigma yang signifikan dalam pengelolaan sumber daya alam.
“Di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, sektor kehutanan ditempatkan sebagai salah satu pilar utama aksi iklim nasional melalui implementasi FOLU Net Sink 2030,” ujar Indra pada Rabu, (20/5). Ia menambahkan bahwa fokus utama dari kebijakan ini adalah pada pengelolaan hutan yang lestari, rehabilitasi ekosistem yang terdampak, upaya konservasi, serta pemberdayaan masyarakat dan generasi muda.
Melalui serangkaian kegiatan seperti seminar, pemaparan kebijakan yang komprehensif, dialog yang konstruktif antar-pemangku kepentingan, serta pelibatan langsung generasi muda dalam berbagai program FOLU Net Sink 2030, acara ini menunjukkan kemajuan yang telah dicapai. Program-program ini telah berjalan di 36 provinsi selama tiga tahun terakhir, menunjukkan skala dan jangkauan upaya yang dilakukan.
Berbagai kegiatan yang dilaporkan dalam acara tersebut mencakup upaya rehabilitasi hutan dan mangrove yang vital bagi pesisir, pemulihan lahan gambut yang rentan terhadap kebakaran, perlindungan kawasan hutan yang strategis, serta penguatan ekonomi masyarakat yang berbasis pada pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Langkah-langkah komprehensif ini dirancang dengan tujuan ganda. Pertama, menurunkan emisi karbon yang berasal dari sektor penggunaan lahan dan kehutanan. Kedua, meningkatkan ketahanan ekologis di berbagai wilayah dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat lokal yang bergantung pada sumber daya alam.
Acara “Gema Langkah Alam” ini diselenggarakan bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional. Hal ini menjadi pengingat penting untuk membangkitkan kembali semangat dan peran generasi muda. Generasi muda diharapkan menjadi garda terdepan dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan hidup dan perubahan iklim yang semakin mendesak. Lebih jauh lagi, acara ini diharapkan dapat memperkuat aksi iklim nasional yang telah dicanangkan, dengan sektor kehutanan sebagai salah satu tulang punggungnya. (*)






