GueBerita.com – Pemerintah Kota Mojokerto baru-baru ini menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) yang berfokus pada optimalisasi pelayanan perizinan guna mendorong investasi dan kemudahan berusaha.
Acara ini diadakan di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, pada hari Senin, 29 Juni. FKP ini menjadi ajang pertemuan penting yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha, akademisi, organisasi profesi, serta perwakilan media.
Tujuan utama dari forum ini adalah untuk menghimpun beragam masukan dan saran. Masukan tersebut nantinya akan digunakan sebagai dasar penyempurnaan kebijakan pelayanan publik yang ada. Selain itu, forum ini juga diharapkan dapat memperkuat iklim investasi di Kota Mojokerto.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menekankan bahwa penyelenggaraan FKP ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban regulasi. Lebih dari itu, forum ini merupakan sarana partisipasi aktif masyarakat dalam proses perumusan kebijakan pemerintah.
Ia menambahkan bahwa partisipasi publik memastikan kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat. “Pemerintah membutuhkan masukan dari publik yang nantinya akan kami jadikan rekomendasi dalam mengambil keputusan,” ujar Ning Ita, sapaan akrabnya.
Menurut Wali Kota, kualitas pelayanan perizinan merupakan salah satu kunci utama dalam meningkatkan daya saing suatu daerah. Pelayanan yang diselenggarakan harus memenuhi kriteria cepat, mudah, transparan, dan memberikan kepastian hukum.
Kriteria tersebut dinilai sangat penting untuk menarik minat para investor agar bersedia menanamkan modalnya di Kota Mojokerto. Dengan pelayanan yang baik, investor akan merasa lebih nyaman dan yakin untuk berinvestasi.
Meskipun demikian, Ning Ita mengakui adanya tantangan yang dihadapi, terutama terkait keterbatasan lahan. Keterbatasan lahan ini menjadi kendala dalam menarik investasi berskala besar yang biasanya membutuhkan area yang luas.
“Kami ingin melalui pelayanan perizinan ini investasi di Kota Mojokerto terus meningkat. Kemudahan berusaha yang kami bangun harus mampu membuka peluang investasi seluas-luasnya sehingga mampu menggerakkan perekonomian daerah,” jelasnya.
Walaupun dihadapkan pada berbagai keterbatasan, Ning Ita tetap menunjukkan optimisme. Ia yakin bahwa Kota Mojokerto masih mampu mempertahankan tren pertumbuhan ekonomi yang positif.
Keyakinan ini didukung oleh data capaian pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto pada triwulan pertama tahun 2026. Angka pertumbuhan tersebut tercatat sebesar 6,05 persen, sebuah pencapaian yang melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur maupun nasional.
Hal ini menunjukkan performa yang luar biasa dari para pelaku usaha di Kota Mojokerto. “Artinya pelaku usaha di Kota Mojokerto luar biasa. Kita tidak boleh patah semangat,” serunya.
Ning Ita kemudian menguraikan strategi alternatif dalam menghadapi kendala lahan. Jika investasi skala besar terkendala, maka fokus perlu dialihkan untuk mendorong investasi skala kecil dan menengah sebanyak mungkin. Sektor-sektor seperti kuliner, kafe, restoran, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dinilai memiliki potensi besar.
Pertumbuhan usaha-usaha tersebut diyakini dapat menjadi penggerak ekonomi yang sangat penting bagi Kota Mojokerto. Dengan demikian, meskipun ada keterbatasan, roda perekonomian tetap dapat berputar dan memberikan kontribusi positif.






