Dampak Tambang di Konawe Selatan Terhadap Pantai Kartika

Viral18 Views

GueBerita.com – Aktivitas pertambangan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, kini menjadi pusat perhatian masyarakat. Dugaan dampak negatif terhadap kelestarian lingkungan di kawasan wisata pesisir, terutama Pantai Kartika dan area sekitarnya, telah menimbulkan kekhawatiran yang luas.

Kondisi terkini kawasan tersebut terekam dalam sebuah video yang menjadi viral di platform TikTok, diunggah oleh akun @rudyworldpacker. Area yang sebelumnya terkenal dengan kejernihan air lautnya dan keindahan formasi tebing karst yang hijau, kini menunjukkan perubahan fisik yang cukup drastis.

Informasi yang beredar, sebagaimana dilansir dari akun Instagram @fakta.beriita pada Minggu, 24 Mei, mengindikasikan bahwa kegiatan pembukaan lahan untuk keperluan pertambangan telah menyebabkan erosi pada perbukitan dan tebing karst. Padahal, formasi geologis ini merupakan benteng alam sekaligus daya tarik utama yang menjadikan Pantai Kartika begitu istimewa.

Lebih lanjut, selain penggundulan hutan di kawasan perbukitan yang mengakibatkan area tanah terbuka semakin meluas, tingkat kekeruhan air laut di sekitar pantai juga dilaporkan mengalami peningkatan signifikan. Fenomena ini tentu saja mengurangi kualitas estetika dan ekologis pantai.

Dampak dari ekspansi aktivitas pertambangan ini tidak hanya terbatas pada Pantai Kartika. Destinasi wisata lain yang berada di sekitarnya juga dikabarkan mengalami kerusakan akibat kegiatan tersebut. Hal ini menunjukkan skala dampak yang lebih luas dari aktivitas industri ini.

Salah satu titik yang menjadi sorotan tajam dari warga adalah Pantai Senja. Keindahan pantai ini dilaporkan telah lenyap, rata dengan tanah, akibat aktivitas pengerukan material tambang yang dilakukan di lokasi tersebut. Hilangnya Pantai Senja menjadi simbol nyata dari kerusakan lingkungan yang terjadi.

Baca juga: Marsupilami Papua Terancam Punah di Habitat Tersisa

Situasi ini telah memicu gelombang kekhawatiran dan kritik yang meluas dari masyarakat serta pengguna media sosial. Banyak pihak yang menyayangkan adanya eksploitasi sumber daya alam yang bersifat jangka pendek di wilayah tersebut. Keputusan ini dinilai mengorbankan aset alam berharga dan potensi pariwisata jangka panjang yang seharusnya dijaga kelestariannya untuk dinikmati oleh generasi mendatang.