Digitalisasi Tingkatkan Pendapatan Visa Imigrasi Hingga Rp2,82 Triliun

News25 Views

GueBerita.com– Di tengah ketidakpastian kondisi global, Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi) mencatat kinerja positif sepanjang Semester I 2026. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor visa berhasil dibukukan sebesar Rp2,82 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 6,42 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Meskipun secara keseluruhan jumlah penerbitan visa mengalami penurunan, peningkatan penerimaan ini menjadi indikasi keberhasilan kebijakan yang diterapkan oleh Ditjen Imigrasi. Fokus pelayanan kini tidak lagi semata-mata mengejar kuantitas penerbitan visa.

Prioritas utama kini beralih pada peningkatan kualitas layanan. Selain itu, transformasi digital dan penerapan kebijakan selektif menjadi kunci dalam strategi Ditjen Imigrasi.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menjelaskan bahwa setiap warga negara asing yang masuk ke Indonesia diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional. Hal ini tentu saja tidak mengesampingkan pentingnya aspek keamanan negara.

Oleh karena itu, proses pelayanan dan pengawasan terus diperkuat. Tujuannya adalah untuk memastikan efektivitas dan akuntabilitas dalam setiap tahapan.

Selain pencapaian PNBP yang meningkat, Ditjen Imigrasi juga berhasil meningkatkan intensitas pengawasan keimigrasian. Sepanjang enam bulan pertama tahun 2026, tercatat lebih dari 10 ribu tindakan administratif telah dilaksanakan.

Tindakan-tindakan tersebut meliputi berbagai hal, mulai dari pembatalan izin tinggal, pencabutan visa, hingga deportasi terhadap warga negara asing yang terbukti melanggar ketentuan yang berlaku.

Ke depannya, Ditjen Imigrasi memiliki komitmen kuat untuk terus mengembangkan layanan digital. Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi agenda penting.

Selain itu, penguatan koordinasi dengan berbagai instansi terkait akan terus dilakukan. Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat menjaga tren positif penerimaan negara.

Secara bersamaan, upaya ini juga bertujuan untuk mendukung penguatan keamanan nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.