Lirik Lagu Tembang Donga Soimah: Pesan Haru dan Doa Ibu untuk Anak yang Menikah

Music1 Views

GueBerita.com – Seniman multitalenta Soimah Pancawati kembali menghadirkan karya musik yang penuh makna mendalam bagi penikmat seni Indonesia. Kali ini, ia mempersembahkan sebuah lagu yang menyentuh hati berjudul “Tembang Donga”. Lagu berbahasa Jawa ini diciptakan oleh Nurbayan, seorang pencipta lagu dan penulis lirik ternama.

Lagu “Tembang Donga” mengangkat kisah dari sudut pandang seorang ibu yang merasakan betapa cepatnya waktu berlalu dalam membesarkan putra kesayangannya. Perasaan haru bercampur bahagia tergambar jelas, mengisahkan momen ketika sang anak kini telah beranjak dewasa dan siap membangun bahtera rumah tangga sendiri.

Melalui lagu ini, Soimah menyampaikan pesan penting kepada sang anak sebagai bekal dalam mengarungi kehidupan pernikahan yang baru. Sang ibu mengingatkan akan pentingnya sikap hemat, cermat, sabar, dan berhati-hati dalam setiap langkah yang akan diambil.

Secara keseluruhan, “Tembang Donga” atau “Nyanyian Doa” bermakna ungkapan restu dan doa tulus tanpa syarat dari seorang ibu untuk putra yang akan segera menikah. Lagu ini menggambarkan transisi emosional yang dialami oleh orang tua.

Perasaan tidak percaya bahwa sang anak telah tumbuh dewasa berpadu dengan keikhlasan untuk melepaskannya hidup mandiri. Di balik itu, terselip harapan agar pernikahan sang anak senantiasa diberkahi oleh Tuhan, langgeng, dan dipenuhi kesetiaan sejak momen ijab kabul hingga akhir hayat.

Berikut adalah lirik lagu “Tembang Donga” beserta terjemahannya dalam Bahasa Indonesia:

[Verse 1]

Ra Kerasa Wis Seprene
(Tidak Terasa Sudah Sekian Lama)
Nggonku Nggedhekke
(Caraku Membesarkanmu)
Koyo Lagi Wingi
(Seperti Baru Kemarin)
Tak Kudang Lan Tak Rumati
(Aku Timang Dan Aku Rawat)
Trenyuh Ati Iki
(Tersentuh Hati Ini)
Nyatane Tahun Wis Ganti
(Kenyataannya Tahun Sudah Berganti)

[Verse 2]

Sliramu Wis Dadi Pria
(Dirimu Sudah Menjadi Pria)
Kang Sejati Hambangun
(Sejati Yang Membangun)
Bebrayan Mulyo
(Rumah Tangga Yang Mulia)
Ngger Anakku Rungokno Ibu
(Wahai Anakku, Dengarkanlah Ibu)
Titip Tembung
(Menitipkan Kata/Nasihat)
Nggo Sangu Urip
(Untuk Bekal Hidup)
Madyaning Bebrayan Agung
(Di Tengah Kehidupan Rumah Tangga Yang Luas)

[Verse 3]

Gemi Lan Nastiti
(Hemat Dan Cermat)
Sing Sabar Lan Ngati Ati
(Yang Sabar Dan Berhati-Hati)
Mugio Nggonmu Bebrayan
(Semoga Dalam Pernikahanmu)
Selawase Tansah Pinaring Kamulyan
(Selamanya Selalu Diberikan Kemuliaan)

[Verse 4]

Tangismu Dadi Donganing Atiku
(Tangismu Jadi Doa Di Hatiku)
Saben Esemmu Dadi Cahya Dalanku
(Setiap Senyummu Jadi Cahaya Jalanku)
Tangan Sing Wit Cilik Tak Gegem
(Tangan Yang Sejak Kecil Aku Genggam)
Saiki Kudu Tak Cul Ake
(Sekarang Harus Aku Lepaskan)
Mergo Wis Titi Wancine
(Karena Sudah Tiba Saatnya)
Neruske Dalan Urip E
(Melanjutkan Jalan Hidupnya)

[Chorus / Reff]

Donga Lan Pangestu
(Doa Dan Restu)
Mung Kanggo Sliramu
(Hanya Untuk Dirimu)
Tembang Dongane Ibu
(Nyanyian Doa Ibu)
Genggemen Njero Atimu
(Genggamlah Di Dalam Hatimu)
Gusti Bakal Mayungi
(Tuhan Akan Memayungi/Melindungi)
Saben Kabeh Langkahmu
(Setiap Seluruh Langkahmu)
Langgeng Setyo Tuhu
(Langgeng Setia Tulus)
Soko Ijab Kabul
(Dari Ijab Kabul)
Nganti Pungkase Wektu
(Sampai Akhir Waktu)

[Chorus / Reff]

[Outro]

Soko Ijab Kabul
(Dari Ijab Kabul)
Nganti Pungkase Wektu
(Sampai Akhir Waktu).