Aksi Siswi SD Gunungkidul Menulis Aksara Jawa Curi Perhatian

Viral2 Views

GueBerita.com – Dunia maya baru-baru ini dipenuhi kekaguman terhadap seorang siswi Sekolah Dasar (SD) yang berasal dari Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kemampuan luar biasa siswi tersebut menjadi sorotan publik setelah sebuah video memperlihatkan kefasihannya dalam menulis aksara Jawa tersebar luas di ranah digital.

Menurut informasi yang berhasil dikumpulkan dari unggahan akun TikTok dengan nama pengguna @yunitaarumsari5, siswi berbakat ini bernama Nabila Sholihah. Ia merupakan pelajar yang menempuh pendidikan di SD Negeri Hargosari, yang berlokasi di Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul.

Dalam rekaman video yang beredar, Nabila menunjukkan kehebatannya dalam menggoreskan setiap karakter aksara Jawa, yang dikenal sebagai hanacaraka, dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi dan nyaris tanpa cela.

Pada saat momen video tersebut direkam, Nabila dilaporkan sedang aktif terlibat dalam sebuah kegiatan alih aksara secara manual. Ia terlihat menyalin lirik sebuah lagu populer berjudul “Jalaraning Tresna”, yang diciptakan oleh Ilham Prana, ke dalam format tulisan menggunakan aksara Jawa.

Tindakan menyalin lirik lagu ini ternyata merupakan bagian integral dari sebuah program pembelajaran yang dirancang khusus sebagai muatan lokal di sekolahnya.

Program pendidikan ini sengaja diinisiasi oleh pihak sekolah dengan tujuan yang sangat strategis dan memiliki dua sasaran utama. Pertama, untuk memperkenalkan kekayaan aksara Jawa kepada para siswa. Kedua, untuk secara aktif melestarikan eksistensi aksara Jawa di kalangan generasi muda sejak usia dini, sebuah upaya penting di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Keahlian Nabila dalam merangkai dan menuliskan huruf-huruf tradisional ini seketika menuai banjir pujian dari para pengguna internet. Unggahan video tersebut dibanjiri oleh berbagai komentar positif dari warganet yang secara tulus mengapresiasi ketekunan dan dedikasi sang siswi dalam upaya menjaga kelestarian budaya lokal yang berharga, terutama di era digital yang serba cepat ini. (*)