GueBerita.com – Musik campursari tak bisa dipisahkan dari sosok legendaris Didi Kempot. Melalui karya-karyanya yang penuh makna, ia berhasil mengubah kesedihan menjadi sebuah harmoni yang mampu dinikmati oleh berbagai kalangan usia.
Salah satu lagu Didi Kempot yang sangat ikonik dan masih lekat di hati para penggemarnya, yang akrab disapa Sobat Ambyar, adalah “Suket Teki”. Lagu ini, yang dirilis pada tahun 2018, bukanlah sekadar lantunan musik pengisi waktu. Lebih dari itu, “Suket Teki” merupakan sebuah cerminan mendalam dari pengalaman pahit pengkhianatan dan kekecewaan yang kerap mewarnai sebuah hubungan percintaan.
Secara harfiah, “Suket Teki” merujuk pada jenis rumput liar yang seringkali tumbuh mengganggu tanaman utama. Dalam konteks lagu ini, Didi Kempot menggunakan perumpamaan yang sangat kuat: “Tak tandur pari jebul tukule malah suket teki.” Ungkapan ini secara gamblang menggambarkan situasi ketika seseorang telah mencurahkan segenap usaha dan ketulusan dalam menanam padi, yang melambangkan kebaikan, pengorbanan, dan kesetiaan.
Namun, alih-alih mendapatkan hasil yang diharapkan, balasan yang diterima justru adalah tumbuhnya rumput teki. Rumput teki di sini menjadi metafora untuk pengkhianatan, rasa sakit hati, dan segala bentuk kekecewaan yang muncul sebagai ganti dari kebaikan yang telah diberikan. Filosofi ini mengajarkan tentang sebuah titik balik krusial dalam sebuah hubungan.
Lagu ini secara halus mengisahkan tentang keputusan seseorang untuk memilih mundur secara terhormat. Keputusan ini diambil karena pasangannya menunjukkan sikap egois, kerap berbohong, dan enggan mengakui serta bertanggung jawab atas kesalahan yang diperbuat. Ini adalah pelajaran tentang batas kesabaran dan harga diri dalam menghadapi hubungan yang tidak sehat.
Lirik Asli dan Terjemahan Bahasa Indonesia Lagu Suket Teki – Didi Kempot
Berikut adalah lirik asli lagu “Suket Teki” beserta terjemahannya dalam Bahasa Indonesia, yang semakin memperjelas makna di baliknya:
[Verse 1]
Aku Tak Sing Ngalah, Trimo Mundur Timbang Loro Ati
(Aku Saja Yang Mengalah, Lebih Baik Mundur Daripada Sakit Hati)
Tak Oyako Wong Kowe Wis Lali, Ora Bakal Bali
(Meski Dikejar Pun Kamu Sudah Lupa, Tidak Akan Kembali)
Paribasan Awak Urip Kari Balung Lilo Tak Lakoni
(Ibaratnya Badan Hidup Tinggal Tulang Pun Rela Jalani)
Jebule Janjimu, Jebule Sumpahmu, Ra Biso Digugu
(Ternyata Janjimu, Ternyata Sumpahmu, Tidak Bisa Dipercaya)
[Chorus]
Wong Salah Ora Gelem Ngaku Salah
(Orang Salah Tidak Mau Mengaku Salah)
Suwe-Suwe Sopo Wonge Sing Betah
(Lama-Kelamaan Siapa Orangnya Yang Betah)
Mripatku Uwis Ngerti Sak Nyatane
(Mataku Sudah Tahu Kenyataan Yang Sebenarnya)
Kowe Selak Golek Menangmu Dewe
(Kamu Mengelak Dan Hanya Mencari Kemenanganmu Sendiri)
Tak Tandur Pari Jebul Tukule Malah Suket Teki
(Aku Tanam Padi Ternyata Yang Tumbuh Justru Rumput Teki)
[Verse 2]
Paribasan Awak Urip Kari Balung Lilo Tak Lakoni
(Ibaratnya Badan Hidup Tinggal Tulang Pun Rela Jalani)
Jebule Janjimu, Jebule Sumpahmu Ra Biso Digugu
(Ternyata Janjimu, Ternyata Sumpahmu Tidak Bisa Dipercaya)
[Outro]
Tak Tandur Pari Jebul Tukule Malah Suket Teki
(Aku Tanam Padi Ternyata Yang Tumbuh Justru Rumput Teki)






