GueBerita.com – Pameran Cross Musea Pertiwi 2026 yang diselenggarakan di Museum Dr. Soetomo, Kompleks Gedung Nasional Indonesia (GNI), akan berlangsung hingga tanggal 14 Juni 2026.
Pameran ini merupakan bagian integral dari perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, yang bertujuan untuk menginspirasi masyarakat melalui kolaborasi lintas museum. Pengunjung diajak untuk menelusuri kompleksitas perjalanan hidup manusia, sekaligus mendalami akar budaya bangsa Indonesia dengan cara yang lebih interaktif dan imersif.
Dengan mengusung tema “Pertiwi – Penghormatan untuk Bumi Indonesia”, pameran ini secara mendalam mengeksplorasi hubungan fundamental antara manusia dan bumi, yang merupakan sumber segala kehidupan.
Melalui berbagai koleksi, tradisi, dan artefak budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun, pengunjung akan diajak untuk memahami siklus kehidupan manusia, mulai dari kelahiran, pertumbuhan, pembentukan kehidupan, hingga akhirnya kembali ke pangkuan bumi.
Berbeda dari format pameran museum yang bersifat konvensional, Cross Musea Pertiwi secara inovatif memadukan kekayaan koleksi sejarah dengan kemajuan teknologi digital. Pendekatan ini dirancang khusus untuk menciptakan pengalaman yang lebih relevan dan menarik bagi generasi muda.
Berbagai instalasi interaktif, ruang imersif yang memanjakan indra, teknologi yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), serta fitur foto interaktif yang memungkinkan pengunjung berinteraksi dengan tokoh pergerakan nasional seperti Dr. Soetomo, menjadi elemen penarik utama. Semua ini memperkaya pengalaman pengunjung dalam menjelajahi beragam zona pameran yang telah disiapkan.
Kolaborasi yang terjalin dalam pameran ini melibatkan tiga institusi kebudayaan terkemuka: Museum Etnografi Universitas Airlangga, Museum Mpu Tantular Sidoarjo, dan Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Masing-masing institusi membawa koleksi uniknya yang saling melengkapi.
Koleksi-koleksi ini secara sinergis membangun sebuah narasi yang komprehensif mengenai tradisi, identitas, serta nilai-nilai kehidupan yang membentuk masyarakat Nusantara dari berbagai era.
Herry Purwadi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, menjelaskan bahwa pemilihan tema Pertiwi memiliki makna mendalam. Tema ini sengaja diangkat untuk mengingatkan kembali masyarakat akan ikatan yang tak terpisahkan antara manusia dan bumi tempat mereka berpijak.
“Melalui tema ini, kita diajak untuk semakin menumbuhkan rasa cinta terhadap bumi, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Tujuannya adalah agar kita dapat hidup selaras dengan lingkungan sekitar. Pada akhirnya, kita semua berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. Oleh karena itu, bumi pertiwi merupakan warisan berharga yang wajib kita jaga bersama,” ujar Herry pada hari Rabu, 3 Juni 2026.
Baca juga: Lirik Lagu Tiara Andini: Patah Hati dan Keikhlasan
Lebih lanjut, Herry menambahkan bahwa pameran ini juga menampilkan beragam ekspresi budaya Nusantara yang kaya. Mulai dari tradisi penting dalam siklus kehidupan seperti mitoni (upacara tujuh bulanan) dan khitanan, hingga koleksi wayang yang sarat makna. Koleksi wayang ini secara simbolis merepresentasikan berbagai tahapan dan aspek dalam perjalanan hidup masyarakat Indonesia.






