GueBerita.com – Sebuah unggahan di media sosial baru-baru ini menyoroti perubahan drastis yang terjadi di Pantai Kartika, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Perubahan ini memicu keprihatinan masyarakat terkait dampak aktivitas pertambangan terhadap lingkungan pesisir tersebut.
Sebelumnya, Pantai Kartika dikenal sebagai destinasi wisata yang mempesona dengan keindahan alamnya yang masih lestari. Pemandangan hijau yang menghampar, tebing-tebing karst yang megah, serta laut yang jernih menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung.
Namun, seiring dengan perluasan aktivitas pertambangan dalam beberapa tahun terakhir, panorama hijau tersebut kini mulai terkikis. Sebagian besar bentang alamnya mengalami transformasi yang signifikan, meninggalkan jejak kerusakan lingkungan yang kentara.
Baca juga: Adaptasi Cuaca Panas Jadi Fokus Utama Prancis Jelang Piala Dunia 2026
Kondisi ini diungkapkan oleh seorang pengguna Instagram dengan akun @rudyworldpacker. Melalui unggahannya, ia membagikan serangkaian foto yang secara gamblang memperlihatkan perbandingan antara Pantai Kartika di masa lalu dan kondisi terkininya yang terdampak oleh kegiatan tambang.
Dalam perbandingan tersebut, terlihat jelas bagaimana keindahan alam Pantai Kartika yang dulu begitu memikat, kini berubah. Pemandangan hijau yang rimbun, bukit-bukit karst yang masih utuh, serta pasir pantai yang bersih dan laut yang jernih, kini berangsur-angsur tergantikan oleh lanskap yang berbeda.
Unggahan tersebut menjelaskan bahwa Pantai Kartika dulunya menawarkan pesona alam yang luar biasa. Bukit-bukit karst yang ditumbuhi pepohonan rindang, hamparan pasir putih yang bersih, serta air laut yang begitu jernih, menciptakan suasana yang tenang dan menyejukkan.
Namun, setelah bertahun-tahun menjadi lokasi ekspansi pertambangan, perubahan itu tak terhindarkan. Sejumlah bukit dan tebing karst yang menjadi ciri khas kawasan tersebut dilaporkan mengalami kerusakan. Akibatnya, area yang luas kehilangan tutupan vegetasi hijau yang penting untuk ekosistem.
Lebih lanjut, kualitas perairan di sekitar Pantai Kartika juga disebut ikut terdampak. Perubahan struktur bukit dan tebing karst akibat aktivitas penambangan diduga menyebabkan pencemaran pada perairan di sekitarnya, yang sebelumnya dikenal sangat jernih.
Foto-foto yang dibagikan oleh @rudyworldpacker menampilkan perbedaan yang sangat mencolok. Dokumentasi lama menunjukkan kawasan Pantai Kartika yang masih asri, dipenuhi dengan pepohonan hijau dan semak-semak yang lebat.
Sebaliknya, foto-foto terbaru memperlihatkan kondisi yang memprihatinkan. Terlihat tebing-tebing yang terpotong akibat aktivitas penambangan, lahan terbuka yang luas tanpa vegetasi, serta endapan lumpur yang telah mencapai area pesisir. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius mengenai keberlanjutan lingkungan dan ekosistem laut di kawasan tersebut.
Perubahan ini menjadi pengingat penting akan dampak aktivitas industri terhadap lingkungan alam, terutama di wilayah pesisir yang rentan. Masyarakat berharap agar ada perhatian lebih lanjut dari pihak terkait untuk mengkaji dan menanggulangi kerusakan lingkungan yang terjadi, demi menjaga kelestarian alam Pantai Kartika untuk generasi mendatang.






