Juara Emas Internasional di Malaysia: Inovasi UB Kalahkan Ribuan dari 17 Negara

Pendidikan12 Views

GueBerita.com – Universitas Brawijaya (UB) kembali mengukir prestasi gemilang di kancah internasional. Mahasiswa universitas ini berhasil meraih penghargaan tertinggi melalui inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mereka kembangkan.

Karya inovatif ini berhasil mengungguli ratusan ide dari 17 negara peserta kompetisi bergengsi di Malaysia. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kualitas riset dan pengembangan teknologi yang dimiliki oleh mahasiswa Indonesia.

Inovasi yang diusung tidak hanya menonjolkan kecanggihan teknologi AI, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjawab tantangan nyata di sektor pertanian. Khususnya, dalam upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas budidaya akuaponik modern.

Tim delegasi Universitas Brawijaya sukses menyabet Gold Medal Award dalam ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Prestasi ini sangat membanggakan dan mengharumkan nama almamater.

Anggota tim yang terlibat berasal dari Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) UB, yaitu Inez Syawalytrie Favourita dari Program Studi Teknik Lingkungan angkatan 2024. Selain itu, tim juga diperkuat oleh mahasiswa lintas fakultas dari berbagai program studi.

Mereka adalah Qudwa Abyaz Ghiffara (FILKOM 2023), Aliya Mutia Nashwa (FILKOM 2023), Dyandra Aurellia Agata Fitri (FILKOM 2023), Farhan Alvin Alatas (FT 2023), Zahra Listia Nurjannah (FISIP 2024), dan Sri Intan Amelia (FIB 2024).

Menurut informasi yang dipublikasikan melalui akun Instagram ftabub dan dikutip pada tanggal 31 Mei 2026, inovasi yang berhasil meraih penghargaan tertinggi berjudul Dual-Brain Edge AI for Fully Autonomous and Offline Aquaponics Monitoring. Judul ini mencerminkan kemampuan sistem yang dinilai paling unggul oleh para juri.

Sistem inovatif ini memiliki kemampuan luar biasa dalam mendeteksi penyakit pada daun tanaman secara dini. Selain itu, sistem ini juga mampu menganalisis tingkat kesiapan panen selada dengan memanfaatkan model object detection YOLOv11.

Lebih lanjut, sistem ini dapat menghasilkan rekomendasi penanganan tanaman secara otomatis. Rekomendasi tersebut didasarkan pada proses knowledge retrieval dan analisis AI yang canggih, memastikan penanganan yang tepat sasaran.

Pemantauan akuaponik cerdas ini dirancang dengan memanfaatkan konsep Dual-Brain Edge Artificial Intelligence (Edge AI). Sistem ini secara khusus dikembangkan untuk mendukung sistem budidaya pangan yang terintegrasi.

Baca juga: Targetkan 45 Ribu Anak Kurang Mampu Masuk Sekolah, Pemerintah Siapkan Pelaksanaan

Keunggulan utama dari sistem ini adalah kemampuannya beroperasi secara otomatis, adaptif, dan independen. Hal ini berarti sistem dapat berfungsi optimal tanpa memerlukan konektivitas internet yang stabil, menjadikannya solusi yang sangat praktis untuk berbagai kondisi lokasi budidaya.