Plt Wali Kota Madiun Dorong OPD Tingkatkan Sinergi Demi Kota Sehat 2027

News19 Views

GueBerita.com – Pemerintah Kota Madiun secara proaktif mempersiapkan diri untuk menghadapi penilaian Kota Sehat yang dijadwalkan pada tahun 2026.

Melalui agenda Evaluasi dan Pembinaan Kota Sehat yang diselenggarakan di Kecamatan Manguharjo pada hari Jumat, 29 Mei, Pemerintah Kota Madiun menegaskan komitmennya untuk mempererat kolaborasi antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forum Kota Sehat. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan sehat bagi seluruh warga.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk meraih kembali penghargaan tertinggi, Swasti Saba Wistara, yang pernah diraih Kota Madiun pada tahun 2023. Target untuk meraih predikat tersebut kembali adalah pada tahun 2027.

Baca juga: I.N Stray Kids Beli Apartemen Rp100 Miliar di Gangnam

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan bahwa esensi dari penilaian Kota Sehat tidak boleh hanya berhenti pada urusan administratif atau pencapaian angka semata. Manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat harus menjadi prioritas utama.

Dalam evaluasi berkala yang dilakukan, Bagus menyoroti beberapa indikator tatanan yang kinerjanya masih berada di bawah standar yang ditetapkan untuk predikat Wistara pada penilaian tahun 2026. Ia mengingatkan bahwa capaian ini perlu menjadi perhatian serius.

Meskipun demikian, Bagus menyatakan optimisme bahwa kesenjangan yang ada masih sangat memungkinkan untuk ditutupi. Perbaikan yang signifikan dan masif menuju tahun 2027 diharapkan dapat dilakukan untuk mengejar target tersebut.

Ia memberikan instruksi tegas kepada seluruh OPD yang bertanggung jawab atas sembilan tatanan kota sehat. Seluruh OPD diminta untuk senantiasa memperbarui data secara berkala. Hal ini penting untuk menghindari adanya ketidaksesuaian data saat tim penilai melakukan verifikasi kelayakan lapangan.

“Kita ini satu tim. Yang kurang segera diperbaiki, update datanya jangan sampai tertinggal. Komunikasi harus intens. Jangan sampai data dengan kondisi lapangan berbeda. Verifikasi lapangan itu penting. Yang dilihat bukan hanya dokumen, tapi dampaknya dan inovasinya,” tegas F. Bagus Panuntun, menekankan pentingnya keselarasan antara data dan realitas di lapangan, serta dampak positif dan inovasi yang dihasilkan.

Sejalan dengan arah transformasi Kota Madiun yang kini berkembang pesat menjadi kota jasa dan destinasi wisata, konsep kota sehat ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup seluruh warga. Hal ini mencerminkan visi pembangunan kota yang holistik.

Oleh karena itu, kesiapan fisik di lapangan menjadi krusial. Optimalisasi fasilitas publik, pengembangan kawasan wisata yang mengedepankan aspek kesehatan, hingga penyediaan ruang terbuka hijau yang nyaman dan ramah bagi masyarakat harus dipastikan berjalan selaras dengan tertib administrasi. Keduanya merupakan pilar penting dalam mewujudkan kota sehat yang berkelanjutan.