Kameramen: Latihan Fisik Keras untuk Gambar Stabil

Viral17 Views

GueBerita.com – Di balik setiap adegan visual yang mulus dan memukau dalam film atau video, tersembunyi kerja keras dan tuntutan fisik yang signifikan dari para profesional di balik layar.

Baru-baru ini, sebuah video yang dibagikan oleh akun Instagram @evanrosenman pada tanggal 24 Mei 2026 berhasil menarik perhatian luas dari para pengguna internet. Video tersebut menyoroti sebuah sesi latihan fisik yang tidak konvensional yang dijalani oleh seorang juru kamera.

Dalam rekaman yang viral tersebut, terlihat seorang pria sedang berlari dengan kecepatan tinggi di atas sebuah mesin treadmill.

Yang membuat adegan ini unik adalah fakta bahwa ia melakukan latihan kardio tersebut sambil membawa sebuah kamera berukuran besar yang diletakkan di atas pundaknya. Pose ini secara akurat meniru posisi yang biasa diambil saat melakukan perekaman gambar di lapangan.

Baca juga: Esme, Kucing Hitam Viral di AS Suka Curi Barang Tetangga

Aktivitas ini awalnya menimbulkan kebingungan di kalangan warganet, dengan banyak yang salah mengira bahwa pria tersebut sedang dalam proses syuting di dalam sebuah pusat kebugaran. Namun, klarifikasi kemudian diberikan bahwa momen tersebut merupakan bagian dari program latihan fisik yang spesifik.

Latihan dengan beban kamera yang sebenarnya, dilakukan di atas treadmill, bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, memperkuat otot-otot yang terlibat, serta mengasah keseimbangan tubuh. Kemampuan fisik yang prima dan stabil sangat krusial bagi seorang juru kamera.

Hal ini dikarenakan mereka harus mampu menghasilkan rekaman gambar yang tenang dan minim getaran, terutama ketika harus melakukan gerakan dinamis dalam jangka waktu yang lama. Unggahan ini memicu sebuah diskusi yang menarik di kolom komentar.

Banyak warganet yang menyatakan baru menyadari bahwa profesi seorang kameramen tidak hanya membutuhkan keahlian teknis dalam pengoperasian alat dan pemahaman estetika visual, tetapi juga menuntut kapasitas fisik yang tangguh, sebanding dengan yang dimiliki oleh seorang atlet profesional. (*)