Selebgram Brunei Tersangka Penganiayaan Tewaskan WNA di Blok M

Viral22 Views

GueBerita.com – Sebuah insiden dugaan penganiayaan yang menggemparkan terjadi di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, melibatkan dua warga negara Brunei Darussalam. Peristiwa ini mencuri perhatian publik setelah rekaman CCTV yang merekam kejadian tersebut tersebar luas di berbagai platform media sosial.

Dalam kasus ini, seorang selebgram dengan inisial MIA, yang dikenal luas dengan nama panggung Woodyrman dan berusia 33 tahun, telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga terlibat dalam kasus penganiayaan berat yang berujung pada kematian seorang warga negara asing.

Informasi mengenai penangkapan MIA serta rekaman kejadian terkait diunggah secara resmi oleh akun Instagram Polda Metro Jaya, @poldametrojaya, pada hari Rabu, tanggal 27 Mei tahun 2026. Unggahan tersebut memuat detail penangkapan dan kronologi singkat peristiwa.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya melalui unggahan tersebut mengumumkan bahwa pihaknya telah berhasil mengamankan seorang selebgram yang diduga kuat terlibat dalam kasus penganiayaan di area Blok M.

Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan oleh pihak kepolisian, insiden ini bermula pada hari Rabu, tanggal 6 Mei tahun 2026, sekitar pukul 03.30 pagi waktu Indonesia bagian Barat. Kejadian berlangsung di area pintu masuk Blok M Hub, Jakarta Selatan.

Pada saat itu, korban yang diidentifikasi dengan inisial MHF, berusia 30 tahun, dilaporkan berada di lokasi bersama dengan beberapa orang rekannya. Tiba-tiba, pelaku dan sejumlah individu lainnya mendatangi korban.

Baca juga: Ekspedisi Keluarga Wuling Eksion Hadir di IIMS Surabaya 2026

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, memberikan keterangan bahwa terduga pelaku tiba di lokasi kejadian menggunakan sebuah mobil bersama dengan rekan-rekannya. Kedatangan mereka tercatat sekitar pukul 03.28 pagi.

Menurut penelusuran polisi, MIA tampak turun dari kendaraan tersebut sambil membawa sebuah tas kertas berwarna hitam. Tas itu diduga kuat berisi sebuah botol kaca yang kemudian menjadi alat dalam dugaan penganiayaan.

Setelah itu, situasi memanas dengan terjadinya adu mulut antara korban dan terduga pelaku. Pertengkaran tersebut terjadi di sekitar lokasi kejadian yang ramai.

Rekaman CCTV yang telah beredar menunjukkan dengan jelas bahwa beberapa orang yang berada di sekitar lokasi sempat berusaha untuk memisahkan dan melerai pertikaian antara kedua belah pihak. Upaya ini dilakukan untuk mencegah eskalasi konflik.

Pihak kepolisian menduga bahwa terduga pelaku kemudian melakukan tindakan kekerasan dengan memukul korban menggunakan botol kaca. Akibat pukulan tersebut, korban dilaporkan terjatuh di lokasi kejadian.