Relawan WNI Global Sumud Flotilla Ceritakan Dugaan Kekerasan oleh Tentara Israel

Viral34 Views

GueBerita.com – Kesaksian relawan kemanusiaan asal Indonesia yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla kembali menjadi perhatian publik setelah beredar di media sosial.

Salah satu relawan WNI, Hendro Prasetyo, mengungkap pengalaman yang dialaminya saat kapal misi kemanusiaan yang berlayar menuju Gaza dihentikan oleh tentara Israel.

Pengakuan mengejutkan ini disampaikan Hendro melalui unggahan di akun Instagramnya, @inhforhumanity, pada Selasa, 26 Mei 2026, yang kemudian menjadi sorotan banyak pihak.

Baca juga: Ratu Sofya Menampik Somasi Ibunda dan Isu Kehamilan yang Beredar

Menurut penuturan Hendro, pada awalnya aparat Israel mendekati kapal dengan cara yang terlihat tenang dan bersahabat. Namun, situasi tersebut berubah drastis menjadi tindakan intimidasi yang mengerikan terhadap para relawan. Ia menyaksikan langsung bagaimana kamera yang terpasang di kapal dihancurkan tanpa alasan yang jelas.

Lebih lanjut, Hendro menjelaskan bahwa seluruh aktivis yang berada di kapal dipindahkan secara paksa ke atas speedboat milik pasukan Israel. Tindakan ini dilakukan dengan cepat dan tanpa memberikan kesempatan bagi para relawan untuk bereaksi.

Pengalaman pahit tidak berhenti di situ. Hendro juga mengungkapkan bahwa kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan yang cukup signifikan. Sejumlah bagian penting kapal, seperti kaca dan layar, ditemukan telah dirusak oleh tentara Israel.

Dalam keterangannya, Hendro merinci bagaimana tentara Israel secara intensif berusaha mencari sosok kapten kapal. Upaya pencarian ini dilakukan dengan cara mengintimidasi seluruh relawan yang ada di kapal. Mereka ditekan agar segera memberikan informasi mengenai identitas kapten.

Ia menegaskan bahwa para aktivis yang tergabung dalam misi tersebut telah sepakat untuk tidak mengungkap identitas kapten kapal. Keputusan ini diambil demi alasan keselamatan bersama, mengingat situasi yang sangat berisiko tinggi.

Namun, upaya penekanan tersebut membuahkan tindakan kekerasan. Hendro menceritakan bahwa salah seorang relawan, demi melindungi kapten, sempat mengaku sebagai kapten kapal. Tindakan heroik tersebut dibalas dengan kekerasan, di mana relawan tersebut ditembak menggunakan peluru karet oleh tentara Israel.

Hendro menduga tindakan brutal tersebut sengaja dilakukan untuk memberikan tekanan mental yang lebih besar kepada relawan lain. Tujuannya adalah agar mereka menyerah dan mengungkapkan informasi yang dicari oleh pihak Israel.

Selain intimidasi yang terjadi di atas kapal, Hendro juga mengungkap adanya dugaan penyiksaan yang lebih mengerikan. Ia mengaku menyaksikan dan mengalami sendiri kekerasan yang terjadi di dalam kontainer kapal sebelum para relawan dipindahkan ke tempat penahanan. Detail mengenai bentuk penyiksaan ini masih menjadi fokus penyelidikan lebih lanjut.