GueBerita.com – Sebuah tindakan mulia datang dari anggota kepolisian Sumatera Selatan yang menunjukkan kepedulian mendalam terhadap sesama. Bripda Muhammad Kadafi, personel dari Ditpolairud Polda Sumatera Selatan, telah menunjukkan aksi kemanusiaan yang menyentuh hati dengan membantu melunasi tunggakan biaya administrasi rumah sakit untuk jenazah seorang bayi di Palembang.
Keputusan heroik ini diambil setelah mengetahui bahwa keluarga almarhum bayi menghadapi kendala finansial yang signifikan. Situasi semakin pelik karena keluarga tersebut belum terdaftar dalam program jaminan kesehatan nasional, sehingga seluruh biaya perawatan dihitung sebagai pasien umum.
Baca juga: BTS Menangkan Song of the Summer di AMA 2026 Lewat Lagu SWIM
Informasi mengenai aksi sosial ini pertama kali mencuat melalui unggahan di akun Instagram @rumpi_gosip pada hari Selasa, 26 Mei. Bripda Muhammad Kadafi, yang bertugas di bagian Binopsnal Ditpolairud Polda Sumatera Selatan, tergerak untuk bertindak setelah mengetahui kesulitan yang dialami keluarga tersebut dalam mengurus kepulangan jenazah buah hati mereka.
Kadafi secara pribadi turun tangan membantu ketika menyadari bahwa masalah biaya menjadi penghalang utama bagi keluarga untuk membawa pulang jenazah bayi mereka. Hal ini diperparah dengan fakta bahwa keluarga tersebut belum memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan.
Proses pengurusan Kartu Keluarga (KK) yang pada saat itu masih dalam tahap penyelesaian menjadi penyebab utama belum terdaftarnya keluarga tersebut dalam program jaminan kesehatan. Akibatnya, seluruh biaya perawatan medis sang bayi harus ditanggung secara mandiri sebagai pasien umum.
Dalam kondisi serba sulit dan keterbatasan dana, ibu dari bayi yang meninggal dunia beserta kerabatnya telah berupaya keras mencari bantuan donasi. Mereka dilaporkan telah melakukan upaya penggalangan dana sejak pagi hingga larut malam, berharap dapat mengumpulkan dana yang cukup untuk menutupi tagihan rumah sakit serta biaya pemulangan jenazah.
Setelah melakukan koordinasi dengan salah seorang warga bernama Febri Zulian, Bripda Muhammad Kadafi akhirnya mengambil keputusan untuk memberikan bantuan finansial. Ia bersedia melunasi sisa tagihan administrasi rumah sakit yang mencapai angka Rp8 juta.
Sebelumnya, total tagihan medis yang harus diselesaikan oleh pihak keluarga sebenarnya mencapai Rp11 juta. Dengan bantuan yang diberikan oleh Bripda Kadafi, sisa pembayaran tersebut akhirnya dapat diselesaikan. Hal ini memungkinkan jenazah bayi untuk segera diserahkan kepada pihak keluarga, sehingga mereka dapat segera membawa pulang dan melanjutkan proses pemakaman.






