Aksi Kolektif Pemulihan Laut di Kepulauan Seribu Libatkan Ribuan Peserta

Nasional15 Views

GueBerita.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Badan Pengendalian Pencemaran Lingkungan (BPPL) secara aktif memperkuat upaya pemulihan ekosistem pesisir dan laut Indonesia.

Inisiatif ini diwujudkan dalam sebuah kegiatan berskala besar yang diselenggarakan di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Acara tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 1.000 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang dan elemen masyarakat.

Dengan mengusung tema yang kuat, “Aksi Bersama untuk Pantai Lestari,” kegiatan ini dirancang sebagai platform kolaborasi yang melibatkan pemerintah, berbagai komunitas peduli lingkungan, institusi akademisi, serta masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir.

Fokus utama dari rangkaian kegiatan ini adalah untuk menjaga kesehatan laut secara menyeluruh, mengendalikan berbagai bentuk pencemaran yang mengancam, serta mengakselerasi proses pemulihan ekosistem pesisir dan bawah laut yang menjadi aset berharga bagi Indonesia.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Moh Jumhur Hidayat, dalam sambutannya menekankan bahwa upaya perlindungan dan pelestarian laut merupakan tanggung jawab kolektif yang tidak dapat dipisahkan dari daratan.

“Tema ‘Aksi Bersama untuk Pantai Lestari’ ini harus benar-benar menjadi sebuah gerakan yang nyata dan terasa dampaknya. Perlindungan laut kita tidak boleh hanya berhenti pada garis pantai saja, tetapi wajib menjangkau hingga ke pondasi ekosistem yang ada di bawah laut. Dengan kehadiran lebih dari 1.000 peserta pada hari ini, kita telah melakukan intervensi yang konkret, mulai dari daratan hingga ke dasar laut,” ujar Moh Jumhur Hidayat, sebagaimana dikutip pada Senin, 25 Mei 2026.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia dianugerahi dengan kekayaan alam maritim yang luar biasa. Negara ini memiliki lebih dari 17 ribu pulau yang membentang luas, dengan luas lautan yang mencapai lebih dari 6,4 juta kilometer persegi.

Posisi geografis Indonesia yang sangat strategis menempatkannya di jantung Coral Triangle, sebuah kawasan yang diakui sebagai pusat keanekaragaman hayati laut global. Wilayah ini merupakan rumah bagi ekosistem terumbu karang yang sangat kaya, hutan mangrove yang vital, padang lamun yang luas, serta ribuan spesies ikan dan berbagai biota laut lainnya yang mempesona.

Ekosistem laut Indonesia memegang peranan yang sangat krusial dan multifungsi. Selain menjadi sumber pangan utama dan penopang penghidupan bagi jutaan masyarakat pesisir, laut juga berfungsi sebagai penyerap karbon biru atau blue carbon yang penting untuk mitigasi perubahan iklim global, berperan dalam pengaturan iklim dunia, menjadi jalur vital bagi perdagangan internasional, serta menjadi pilar penopang ketahanan ekonomi nasional.

Meskipun memiliki potensi alam yang sangat besar, kondisi laut Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai ancaman serius. Tantangan utama yang dihadapi meliputi masalah sampah plastik yang masif, pencemaran yang terjadi di wilayah pesisir, kerusakan ekosistem terumbu karang yang memprihatinkan, serta degradasi hutan mangrove yang semakin meluas di area laut.

Baca juga: Menjelang Iduladha, Khofifah Pantau Kesiapan Hewan Kurban di Lamongan

Kondisi yang mengkhawatirkan ini tidak hanya merusak habitat alami biota laut, tetapi juga secara signifikan mencemari rantai makanan melalui keberadaan mikroplastik yang berbahaya.